Tim Elang Malaka dan BC Bengkalis Ungkap 19 Kilo Sabu dan 500 Butir Ekstasi

 

 

 

 

BENGKALIS – Kepolisian Resort (Polres) Bengkalis bersama Timsus ELang Malaka dan Bea Cukai Bengkalis mengungkap kasus Narkotika jenis sabu dan pil ekstasi, Sabtu (19/6/2021) lalu. Dua orang kurir berhasil ditangkap petugas.

 

Hasil dari pengungkapan kasus tindak pidana Narkotika ini juga berhasil diamankan BB jenis Sabu sebanyak 19 bungkus (19kg) dan 19 bungkus pil ekstasi (500 Butir) dengan merk Barca warna biru hijau dan putih serta tanpa merek berwarna coklat.

 

Bermula sekitar 2 minggu lalu, Timsus Narkotika Elang Malaka yang terdiri dari Sat Narkoba, Sat Polair, Staf Polres serta Polsek dan Jajaran mendapat informasi dari warga binaan Lapas kelas 2 A Bengkalis.

 

“Bahwa akan ada narkotika jenis sabu dan ekstasi yang masuk ke wilayah Pulau Bengkalis secara besar-besaran dari Malaysia. Atas informasi tersebut, timsus Elang Malaka terus menggali dan mendalami semua keterangan yang mungkin bisa menjadi pengungkapan Narkotika jenis sabu dan pil ekstasi dalam jumlah besar tersebut,” ungkap Kapolres Bengkalis melalui Kasat Narkoba Polres Bengkalis Iptu Tony Armando, SE.

 

Setelah beberapa hari mendalami informasi, tim meminta bantuan ke Bea Cukai  Bengkalis dan Sat Pol air Polres Bengkalis untuk memantau wilayah pantai daerah Jangkang dan Selat Baru. Kemudian didapat kepastian akan ada 4 orang yang akan membawa narkotika jenis sabu dalam jumlah besar ke Pekanbaru dari Jangkang .

 

Mulai tanggal 15 juni 2021, tim sudah memantau wilayah Jangkang dan Selat Baru. Ada beberapa kapal nelayan yang mencurigakan datang dari arah malaysia, namun orang yang ditarget masih belum melakukan aktifitas yang mencurigakan.

 

“Tepat pada Sabtu, 19 Juni 2021 tim mendapat kepastian ada orang yang akan membawa Narkotika ke Pekanbaru dari desa Jangkang. Namun tim sempat terkecoh, ternyata bukan dari Jangkang, tapi berpindah ke lain tempat yaitu Desa Ketam Putih. Yang akan bekerja hanya 3 orang, di mana yang seorang lagi tidak jadi berangkat.

 

Tim kemudian dibagi menjadi dua untuk mengantisipasi jika tiba-tiba target ke pulau Sumatera lewat laut, tidak melalui roro. Sebagian di Sumatera dan Sat Polair serta Bea Cukai standby di laut jika sewaktu-waktu tim harus menyeberang bisa lebih cepat menggunakan speed boat ke Sumatera.

 

Tim menemukan 2 orang yang sedang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max di jalan Proyek Desa Suka Maju Kecamatan Bengkalis. Tim langsung mengamankan terduga pelaku, di mana sempat terjadi perlawanan terhadap mobil Polisi dengan cara ditabrak oleh kedua tersangka yang sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap.

 

“Saat tim mengamankan tersangka yang masing-masing mengaku bernama Rahmad dan Abdul Muis, ada teman tersangka yang sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor. Tim langsung melakukan penggeledahan dan interogasi.

 

Kedua tersangka mengakui bahwa mereka disuruh seseorang inisial SN yang tidak jadi ikut berangkat. SN berperan sebagai control delivery. Seorang lagi tersangka berinisial I berhasil melarikan diri.

 

Tim berupaya mencari SN di Jangkang, namun belum berhasil ditemukan sehingga tim tak bisa mengetahui siapa pemilik atau pemesan narkoba tersebut.

 

“Dari hasil kegiatan tersebut, para tersangka dijanjikan upah Rp10 juta perkilo. Sehingga totalnya berjumlah Rp190 juta. Tersangka baru menerima Rp5 juta sebagai uang muka,” papar Kasat Narkoba lagi.

 

Sebelumnya, para tersangka berhasil membawa 5 kilogram sabu dengan upah Rp50 juta.

 

Dari hasil interogasi, diketahui bahwa tersangka R bin Zahari (24) bekerja sebagai keamanan Poltek Bengkalis, warga Desa Sri.Alam kecamatan Bengkalis. Sedangkan AM (24) merupakan warga Desa Jangkang kecamatan Bantan.

 

Barang bukti lengkap yang kini diamankan Polres Bengkalis yakni 19 Bungkus diduga Narkotika Jenis Sabu, perkiraan Berat Kotor 19 kg. 19 bungkus narkotika jenis pil ekstasi merk Barca dengan warna biru, hijau, putih dan coklat, perkiraan sebanyak 500 butir, 2 bungkus diduga Narkotika Jenis sabu perkiraan berat 40gr, satu unit sepeda motor Yamaha N-Max warna hitam, 1 unit Hp Android yang telah pecah, 1 buah ATM Bank BNI, Bank BRI, 2 KTP TSK, 2 dompet dan uang tunai Rp2.500.000 yang merupakan sisa uang pangkal sebagai kurir.***sumber : jejakriau. co

 

 

 

 

 

 

 

M Asri Ali

 

By DETIKINDONESIAN.COM

Sumber Informasi Terpercaya Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Dalam Mencari Refrensi informasi atau berita yang aktual terpercaya

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com