detikindonesian.com

Penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.

Di Duga Sejumlah Agen BRI-LINK Di Kabupaten Bima Potong Uang PKH Rp.200.000,

Kabupaten Bima, DETIKINDONESIAN.COM – Sejumlah Masyrakat Di Kabupaten Bima Resah Dengan Adanya Pemotongan yang di lakukan Agen BRI-LINK, Karena Tidak ada Penwasan Dari Pihak BANK BRI Cabang Bima, Pemotongan bantuan PKH dan BPNT, Kamis,(01/04/2021).

Sejumlah Masyarakat Desa Waro Mendatangi dan Mengeluh Ke Awak Media Dengan Adanya Pemotongan Yang dilakukan Oleh Agen BRI-Link Terhada Penerima Manfaat PKH-BPNT, Bahkan Yang Membuat Sejumlah Masyarakat Binggung Kartu PKH Milik Masyarakat Di Kumpulkan Oleh Agen BRI-Link,”Ungkapnya

“Kata Nenek Langsing Di Desa Waro, Agen BRI-LINK Bilang klau Bantuan PKH nya Sudah Tidak ada lagi, Bahkan Sejumlah Kartu PKH Terblokir,”Katanya.

Saat Kami Wawancarai Beberapa Masyarakat Desa Waro, Sejumlah Masyarakat Mengakui Bahwa Kartu miliknya di Pegang Oleh Oknum Agen BRI-LINK dan Sejumlah Kartunya Terblokir, Bukan Hanya itu Tapi Agen BRI-LINK Melakukan Pemotongan Biaya Sebesar Rp. 200.000 Disetiap Penerima Manfaat PKH-BPNT,” Ungkapnya.

“Seharusnya dalam penyaluran bantuan PKH dan BPNT oleh BRI-Link dilakukan pengawasan oleh pihak BRI, biar tau apa yang terjadi di bawah,”Ungkap

“Kami menduga adanya penarikan dari pihak agen BRI-Link kepada KPM yang menerima bantuan,” tudingnya

“Amir awak media detikindonesian.com  mendapat informasi di lapangan di  Beberapa Kecamatan yang ada di kabupaten Bima untuk mengambil sampel terkait dugaan pemotongan bantuan PKH dan BPNT
oleh oknum agen BRI-Link.”Jelasnya

“Ada beberapa yang kami temukan dan menjadi dugaan kuat kami bahwa agen BRI-LINK menarik uang KPM sebesar Rp.200.000 Per KPM, Parahnya Lagi Sejumlah Kartu Penerima Manfaat PKH dan BPNT Dikumpulkan Oleh Agen BRI-LINK,”Ungkapnya

Sejumlah Masyarakat menilai apa yang dilakukan oleh Agen BRI-LINK Terhadap Penerima Manfaat PKH dan BPNT merupakan bentuk kejahatan yang Terorganisir dan terstruktur yang dilakuakan oleh BRI Cabang Bima karena tidak ada pengawasan sama sekali.

“Patut kami Curigai Bank BRI bekerjasama dengan agen BRI-Link dalam pemotongan ini. Kami Mengantungi Sejumlah Bukti dan Saksi” tuturnya

“Selain itu, Kami Juga Meminta Kepada Kepala Dinas Sosial untuk mencabut kerjasama dengan Bank BRI dalam penyaluran bantuan PKH dan BPNT,” Pintanya.

Hasil Konfirmasi Yang kami lakukan lewat Via Handphone dengan Kordinator PKH Kabupaten Bima Bapak Yasin, Membenarkan Bahwa Kaitan dengn Pemotongan Sejumlah Rp. 200.000, Kami akan Tindak Lanjut dan akan Segerah Proses Sejumlah BRI-LINK Nakal,”Ungkapnya Kepada Awak Media detikindonesian.com.***

Penulis : Amir

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com