detikindonesian.com

Penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.

Di Duga Pembangunan Jembatan Tidak Sesuai dengan Bestek dan RAB, Baru di Bangun Sudah Rusak.

DETIKINDONESIAN.COM | BIMA -Ardiansyah Seorang Aktivis Warga Desa Tangga Baru Menilai Jembatan yang di Bangun Di Desa Tangga Baru Tidak Sesui dengan Bestek dan RAB, Baru di Bangun Beberapa Bulan Sudah Rusak Parah. Selasa,(23/03/2021).

Jembatang yang merupakan Penghubung Menuju Pantai Rontu ini Baru Beberapa Bulan dibangun Sudah retak-retak padahal usia jembatan masih baru. Warga Yang melintas dijalan ini bukan Hanya Warga Desa Tangga Baru Saja, Tapi sejumlah warga di desa Lainpun Melintas Di jalan ini, Karena Jalan Ini merupak Penunjang bagi warga Untuk Meningkatkan perekonomian.

“Jembatan berstatus jalan kabupaten itu kini rusak parah. Padahal jembatan tersebut baru dibangun lagi beberapa bulan lalu karena sebelumnya sempat ‘putus’. Roda perekonomian warga sempat terganggu cukup lama,” papar Ardiansyah Seorang Aktivis.

“Kata Adi, Jembatan yang dibangun di Desa Tangga Baru Kemarin Dengan Pagu Anggaran yang Cukup Fantastik Senilai 1 M Yang Bersumber Dari APBD, tokoh masyarakat setempat menyayangkan jembatan kembali rusak, diduga pembangunan jembatan sepertinya tak sesuai bestek. Buktinya jembatan kembali retak dan nyaris rusak parah. “Kami minta pihak pemborong segera dipanggil yang berwenang untuk klarifikasi.”Katanya.

Lanjutan, Jalan tersebut urat nadi perekonomian warga. Jika dibiarkan dan jembatan rusak parah lagi roda perekonomian masyarakat bakal terganggu. Ingat jembatan ini menghubungkan dua Dusun yakni Dusun Tanjung Baru dan Dusung Rontu.

Menurut pengamatan Adi, ada dua faktor yang mengakibatkan jembatan itu rusak. Pertama, pengerjaan yang tidak maksimal dan kualitas pembuatan jembatan sangat jelek. Kedua, setelah selesai dibangun, jembatan tersebut terus-menerus dilalui kendaraan dengan tonase besar. Ini kan yang membuat jalan mudah rusak,” tegas Adi.

“Tegas Adi, jembatan ini harus Segera dilakukan perawatan sebelum rusak parah. Pejabat berwenang di Kabupaten Bima harus memanggil pemborong dan Pemerintah terkait di lingkup pemerintahan Kabupaten Bima. Atau pihak Dinas Pekerjaan Umum agar segera meninjau Jembtn yang di bangun. Setelah itu baru memanggil kontraktor selaku pelaksana pengerjaan proyek jembatan tersebut. “Jadi, jangan sudah menelan korban jiwa atau rusak parah baru ada penanganan pihak terkait. Ini kan sia-sia jika sudah rusak parah atau ada korban jiwa,” pungkasnya.***

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Andre

Admin  : Hery Ferdian

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com