detikindonesian.com

Penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.

LSM LPPK-NTB Gelar Aksi Tuntu Dermaga Ilegal Milik FS Di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Raba Bima.

DETIKINDONESIAN.COM | BIMA –  Pengembalian berkas perkara ke penyidik polres Bima kota (P19) Oleh Kejari Raba bima dalam Kasus pembangunan dermaga ilegal milik FS (wakil walikota Bima) mendapat respon dari publik sampai berujung adanya demonstrasi Oleh masyarakat yang tergabung dalam LSM LPPK- NTB di depan gedung Kejaksaan negeri raba Bima pada kamis, 04/2/2021.

Kasus yang Firal beberapa waktu lalu itu setelah FS resmi di tetapkan sebagai tersangka Oleh penyidik polres Bima kota atas pembangunan dermaga di kelurahan Bonto kota bima yang tidak mengatongi ijin kini kembali heboh setelah pihak kejaksaan mengembalikan berkas ke penyidik polres Bima kota dengan alasan berkas masih belum lengkap Padahal beberapa waktu yang Lalu team kuasa hukum FS Sempat mengajukan praperadilan namun di tolak oleh pihak kejaksaan?

Direktur Eksekutif LSM LPPK-NTB, Akbar S.Ikom menuding, dalam penanganan kasus tersebut pihak penegak hukum terutama pihak kejaksaan negeri raba Bima terkesan tidak profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya

“Kejaksaan Negeri Raba Bima harus menuntaskan soal Dermaga bonto yang diduga tanpa memiliki ijin kami menduga kuat dalam penanganan kasus ini pihak kejaksaan tidak Profesional dalam menjalankan tugas dan fugsinya” kata Akbar saat aksi demonstrasi di depan Kantor kejaksaan negeri bima, Kamis (4/2/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Raba Bima, Suroto SH.MH menanggapi tuntutan massa Aksi mengatakan, berkas kasus Jetty Bonto telah dikembalikan oleh jaksa pada penyidik Kepolisian polres bima kota. “Setelah kita lakukan penelitian (berkas), maka kita terbitkan P19 pada (penyidik) Polres bima kota, untuk dilengkapi petunjuknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kasus ini, kejaksaan menganggap berkas perkara kasus Jetty Bonto Milik wakil walikota bima masih belum lengkap.

“Jadi dalam kasus ini, masih ada perbaikan, P 19 itu Penyempurnaan berkas, bukan kita tolak” tuturnya (RED)

Penulis  : S AL_KIS
Editor   : Amir Bima

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com