detikindonesian.com

Penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.

PHK Dibuat Buat Tanpa Kesalahan Jelas PT. Elnusa Petrofin Pekanbaru Kembali Di Gugat

PEKANBARU ā€“ PHK Tanpa Kesalahan yang jelas,Tarmizi Ajukan kembali Gugatan terhadap PT. Elnusa Petrofin Unit Pekanbaru yang Beroperasi Di Terminal BBM Sei Siak Pertamina Pekanbaru Ke Pengadilan Hubungan Industrial Pekanbaru.

Gugatan ini terkait dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karyawan yang dinilai menyalahi Undang Undang Ketenagakerjaan.

Tarmizi yang didampingi oleh Team Pengacara Syahidilla Yuri .SH .MH dan Rekan yang menjelaskan kepada media indonesianhariini.com dalam waktu dekat ini akan kembali menuntut hak nya, dengan mendaftarkan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja (selanjutnya disebut PHK) terhadap anak perusahaan dari Pertamina, ke Pengadilan Hubungan IndustrialĀ  Pekanbaru, Senis (25/01/2021).

Sebelumnya masalah perselisihan pemutusan hubungan kerja ini sudah pernah diajukan ke Pengadilan Hubungan IndustrialĀ  Pekanbaru dan menjalani proses sidang, dan dalam proses sidang pihak tergugat dari PT. Elnusa Pekanbaru dan juga Mitra kerjanya tidak pernah menghadiri sidang dari awal atau mangkir.

Sebelumnya Gugatan ini Pernah di sidangkan ke pengadilan, dan Pihak PHI pengadilan pekanbaru memutuskan sidang dengan menolak gugatan yang di ajukan, padahal pihak PT Elnusa dan mitra nya tidak pernah hadir dan mengabaikan panggilan sidang, ucap Tarmizi.

Tarmizi menambahkan, Perselisihan hubungan industrial tersebut berawal dari PHK yang dilakukan oleh PT. Elnusa Petrofin dan mitra perusahaan terhadap saya, dengan menuduh saya merusak dan Mencuri BBM milik Pertamina. Dengan bukti yang yang tidak jelas.

Dalam surat PHK yang ditujukan terhadap Tarmizi tersebut, pihak perusahaan berdalih PHK dilakukan dengan alasan merusak dan Melakukan Pencurian BBM terhadap kedua pekerja, Dalam gugatan kedua ini saya yakin hukum dan keadilan akan di tegakkan.

Syahidila Yuri. SH,MH. selaku team pengacara dan kuasa hukum para penggugat menyatakan bahwa, PHK karena alasan mengambil atau merusak sangat jelas mengada -ngada dan tidak beralasan secara hukum karna tidak dapat di buktikan.

Anak perusahaan dari PT.PERTAMINA ini telah banyak melanggar aturan dan tidak taat hukum, Berkali kali mangkir dari sidang dan tidak menjalankan aturan Disnaker kota Pekanbaru, seharusnya Pertamina harus ketat seleksi dalam merekrut mitra perusahaan, ucap Idil.

PHK seharusnya hanya dapat dilakukan jika telah ada penetapan dari lembaga penyelesaian hubungan industrial. Disamping itu, harus adaĀ  kondisi dan alasan untuk dilakukan PHK sebagaimana telah diuraikan dalam UU Ketenagakerjaan.

Apabila praktek PHK yang dialami oleh Tarimizi dan rekannya tersebut dibiarkan berlangsung, meskipun dilakukan dengan cara dan alasan yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan. Maka hal tersebut akan menimbulkan ancaman berupa ketidakpastian dalam kelangsungan pekerjaan (Job Insecurity) bagi buruh didalam perusahaan karena buruh yang telah berstatus pekerja tetap pun, dapat di PHK kapan pun dengan alasan yang mengada-ada dan bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan.

Situasi yang dialami oleh Tarmizi dan rekannya ini, secara lebih luas juga dapat dipandang sebagai warning atau peringatan bagi seluruh kaum buruh di Indonesia. Hal ini karena dalam Omnibus Law: RUU Cipta Kerja yang tengah digodok di DPR RI, didalamnya mengandung konsep Fleksibilitas dalam hubungan kerja melalui perluasan konsep Kontrak dan Outsourcing potensial menempatkan kaum buruh dalam ketidakpastian perihal kesinambungan dalam hubungan kerja dengan pihak Perusahaan selaku Pemberi Kerja.

Berangkat dari kejadian ini, kami dengan tegas menolak dan mengecam praktek PHK yang dialami oleh Tarmizi, untuk kami meminta dan mendesak agar:

  1. Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial Pekanbaru yang memeriksa Perkara ini menyatakan PHK oleh PT. Elnusa Petrofin terhadap pekerja batal Demi hukum;

  2. Majelis Hakim yang memeriksa Perkara aquo menghukum PT. Elnusa Petrofin dan mitra nya untuk mempekerjakan kembali klain kami atau ikuti aturan Yang sudah di tetap kan Disnaker kota pekanbaru dalam surat anjuran nya.

  3. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Pekanbaru dapat responsif menjalankan fungsi pengawasanya terhadap PT. Elnusa Petrofin yang melakukan praktek PHK yang bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

  4. PT. Elnusa Petrofin untuk menghentikan praktek PHK yang bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan segera memanggil dan mempekerjakan kembali.

Selain mengajukan gugatan, dalam waktu dekat ini kami juga akan mengirimkan surat resmi ke pengawas ketenagakerjaan agar segera memeriksa PT.Pertamina Dan Anak Perusahaan nya PT.Elnusa Petrofin, tutup idil.***

 

 

 

Penulis :Hery Ferdian

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com