KPK Dalami Arahan Eks Bupati Kampar Menangkan WIKA di Proyek Waterfront City

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dan mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan‎ Waterfront City di Kampar, Provinsi Riau tahun anggaran 2015-2016.

Salah satu yang didalami soal arahan Bupati Kampar saat itu, Jefry Noer untuk memenangkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai pelaksana proyek senilai Rp 117,68 miliar. Materi itu didalami penyidik saat memeriksa mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Kampar, Indra Pomi Nasution di Mapolda Riau pada Kamis (21/1/2021) kemarin.

“Didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya permintaan khusus oleh Jefry Noer untuk memenangkan PT WIKA (Wijaya Karya),” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (22/1/2021).

Selain Indra Pomi, untuk mengusut kasus ini, tim penyidik pada hari dan tempat yang sama juga memeriksa Jefry Noer. Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Jefry mengenai pengembalian uang yang diduga terkait proyek tersebut. “Didalami pengetahuannya terkait adanya pengembalian sejumlah uang oleh yang bersangkutan yang diduga berasal dari proyek pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multy Years pada Dinas Bina Marga dan Pengairan pemerintah Kabupaten Kampar tahun anggaran 2015-2016,” kata Ali.

Saksi lainnya yang diperiksa penyidik yakni mantan Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri. Ali menyatakan, dalam pemeriksaan itu, tim penyidik menyita sejumlah uang yang diduga terkait perkara ini. “Penyitaan sejumlah uang yang telah dilakukan penyetoran ke rekening penampungan KPK,” katanya

Diketahui, KPK menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Riau, Adnan dan Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, I Ketut Suarbawa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau tahun anggaran 2015-2016.

Adnan dan Ketut Suarbawa diduga berkolusi dalam proyek Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang di Kabupaten Kampar tahun 2015-2016 yang menelan anggaran Rp 117,68 miliar. KPK menduga telah terjadi kerjasama antara Adnan dan I Ketut Suarbawa terkait penetapan harga perkiraan pelaksanaan pembangunan Jembatan Waterfront City tahun jamak yang dibiayai APBD Tahun 2015, APBD Perubahan Tahun 2015 dan APBD Tahun 2016. Akibat kongkalikong ini, keuangan negara menderita kerugian yang ditaksir lebih dari Rp 50 miliar dari total nilai kontrak Rp 117,68 miliar.***

Sumber: BeritaSatu.com

Hery Ferdian

By DETIKINDONESIAN.COM

Sumber Informasi Terpercaya Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Dalam Mencari Refrensi informasi atau berita yang aktual terpercaya

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com