PEKANBARU (detikindonesian.com) – Presma Mahasiswa Universitas Lancang Kuning(Unilak) Kota Pekanbaru, Riau, Cep Permana Galih yang terpilih secara Kongres BEM Unilak. menuntut Rektor Unilak JN untuk mundur dari jabatannya.

Mahasiswa menilai Rektor dengan inisial JN telah mengintervensi proses dan pelaksanaan Pemilihan presiden dan wakil presiden unilak (PRESMA) beberapa waktu lalu. “Rektor diduga ikut campur urusan mahasiswa,” kata cep Permana galih selaku Presiden mahasiswa terpilih melalui kongres Bem Unilak Beberapa waktu yang lalu.

Menurut Cep, akibat intervensi oleh rektor, pelaksanaan pemilihan presiden mahasiswa dan wakil presiden universitas lancang kuning tidak berjalan adil. Selain itu juga mengakibatkan terjadinya kegaduhan antar mahasiswa.

Intervensi yang dilakukan rektor adalah dengan mengeluarkan surat keputusan Tentang pelaksanaan tugas atau PLT DPM Unilak dan yang di tanda tangani langsung oleh rektor, Melalui surat tersebut, cep Permana galih dan wakil nya tidak diakui sebagai presma.

Sebelumnya Cep Permana Galih dan George Tirta Prasetyo terpilih sebagai Presiden mahasiswa dan Wakil Presiden mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lancang Kuning periode 2020-2021.

Mereka disahkan melalui kongres pemilihan Presma dan Wapresma BEM Unilak melalui pemilihan yang sengit, Dalam pemilihan kali ini dilakukan melalui sistem kongres, karena situasi Covid-19 yang masih melanda.

“Ya memang, dari tahun-tahun biasanya pemilihan Presma dan Wapresma bertarung melalui sitem pemilihan raya (Pemira). Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa walaupun sistem kongres, banyak dinamika yang terjadi sampai akhirnya kami terpilih,“  kata Cep Permana Galih saat dijumpai wartawan, Selasa (22/12/2020).

Cep menyebut, pertarungan sengit antara 6 fakultas dan 3 fakultas membuat mereka akhirnya terpilih untuk memimpin dan membenahi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang ada di Unilak.

Dikutip dari media Tribun pekanbaru.com tanggal 29/12/2020, Mahasiswa Bernama Jimmi memberikan keterangan dan mengklarifikasi bahwa CEP PERMANA GALIH bukan presiden mahasiswa yang sah dan perlu DITEKANKAN bahwa bapak rektor JUNAIDI itu adalah orangtua bagi seluruh mahasiswa universitas lancang kuning dan tidak sepantasnya diperlakukan seperti ini hidup.

Dengan memberi keterangan bahwa Presiden Mahasiswa Unilak Terpilih atas kongres 6 fakultas adalah Jimmy Saputra Nasution.”Saya sebagai Presiden Mahasiswa Terpilih sangat-sangat kecewa dan mengecam tindakan ini,”.

Sementara itu, Rektor Unilak JN saat dikonfirmasi media detikindonesian.com pada tanggal 01/01/2021 melalui WA pribadinya belum memberikan penjelasan secara jelas mengenai hal yang terjadi di universitas lancang kuning.***

 

Reporter : Roby Saputra

 

By DETIKINDONESIAN.COM

Sumber Informasi Terpercaya Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Dalam Mencari Refrensi informasi atau berita yang aktual terpercaya

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com