detikindonesian.com

Penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.

Video Syur, Polisi Tetapkan Gisel Sebagai Tersangka

JAKARTA, Detikindonesian.com – Penyidik menetapkan penyanyi Gisella Anastasia alias GA dan seorang pria berinisial MYD sebagai tersangka, terkait kasus beredarnya video syur di media sosial. Keduanya dalam pemeriksaan mengakui figur yang ada di video itu adalah mereka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, penyidik telah menerima hasil analisa digital forensik untuk mengetahui siapa pemeran dalam video berdurasi sekitar 19 detik itu. Selanjutnya, dilakukan pengembangan dengan memeriksa Gisel dan seorang pria berinisial MYD. Termasuk mengumpulkan alat-alat bukti, petunjuk dan keterangan ahli.

“Saudari GA mengakui, dikuatkan lagi dengan ahli forensik yang ada, ahli IT yang ada, dan saudari GA mengakui, dan juga MYD mengakui bahwa memang video yang ada itu, yang beredar di medsos itu, adalah dirinya sendiri. Dia mengakui itu adalah dirinya sendiri dan terjadi pada tahun 2017 yang lalu, di salah satu hotel di Medan,” ujar Yusri, Selasa (29/12/2020).

Dikatakan Yusri, setelah memeriksa Gisel, MYD, saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti, dan bukti petunjuk, penyidik melaksanakan gelar perkara.

“Hasil gelar perkara yang kita lakukan kemarin, menaikan status yang tadi saksi terhadap saudari GA dan MYD sebagai tersangka,” ungkapnya.

Yusri menyampaikan, keduanya dikenakan Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat 1 dan atau Pasal 8 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun penjara.

Berikut bunyi Pasal 29: “Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).”***

 

 

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com