detikindonesian.com

Penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik.

Penahanan 2 Tersangka Kasus Jembatan Waterfront City Kampar Diperpanjang

JAKARTA – Kasus dugaan TPK Pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City Multy Years pada Dinas Bina Marga dan Pengairan pemerintah Kabupaten Kampar tahun anggaran 2015-2016 terus bergulir.

Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Tsk AN (Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Kampar) dan Tsk IKS (Manager Wilayah 2 PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk.

Termasuk memperpanjang penahanan Ketua Komite Management PT WIKA-SUMINDO JO) selama 30 hari berdasarkan Penetapan Ketua PN Jakarta Pusat yang kedua terhitung mulai tanggal 28 Desember 2020 s/d 26 Januari 2021 yang masing2 ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan dua tersangka kasus pembangunan jembatan Waterfront City di Kabupaten Kampar, Riau. Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Kampar Adnan dan Manajer Wilayah 2 PT Wijaya Karya (Wika) I Ketut Suarbawa kembali ditahan 30 hari ke depan.

Sebagai informasi, Adnan dan Suarbawa terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Kampar 2015-2016.

Rekonstruksi perkaranya, Pemkab Kampar mencanangkan beberapa proyek strategis, salah satunya pembangunan Jembatan Bangkinang–belakangan disebut Jembatan Waterfront City.

Pada pertengahan 2013, Adnan diduga mengadakan pertemuan di Jakarta dengan Suarbawa dan beberapa pihak lainnya. Dalam pertemuan itu, dirinya memerintahkan pemberian informasi tentang desain jembatan dan perhitungan biaya paket pekerjaan (engineers estimate).

Selanjutnya Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Kampar mengumumkan lelang pembangunan Jembatan Waterfront City dengan ruang lingkup pekerjaan pondasi pada 19 Agustus 2013. Lelang dimenangkan Wika.

“Terhitung mulai tanggal 28 Desember 2020 sampai dengan 26 Januari 2021,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).

Ali menjelaskan, perpanjangan masa penahanan dilakukan karena penyidik masih butuh waktu untuk melengkapi berkas perkara para tersangka.***

Editor : Hery

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com