April 12, 2021

DETIKINDONESIAN.COM

Berita Update Dan Terpercaya

Ini 20 Polres Jajaran Polda Riau, Tak Boleh Lakukan Penyelidikan

PEKANBARU – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengeluarkan keputusan 1.062 Polsek di seluruh Indonesia tidak bisa melakukan proses penyidikan. Di Kepolisian Daerah (Polda) Riau sendiri, ada 20 Polsek yang ditetapkan tidak boleh melakukannya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Rabu (31/3/2021) ini mengatakan, 20 Polsek itu tersebar di 12 Polres jajaran Polda Riau.

”Setelah keputusan Kapolri itu. Maka, 20 Polsek tersebut lebih difokuskan melakukan kegiatan pemeliharaan keamanan,” ungkap Sunarto.

Diantaranya 20 Polsek tersebut, dari Polresta Pekanbaru, ada dua yakni Polsek Pekanbaru Kota dan Polsek Kawasan Pelabuhan Pekanbaru.

Selanjutnya, dari Polres Indragiri Hulu (Inhu), hanya ada satu Polsek yakni Polsek Kuala Cenaku. Kemudian, untuk jajaran Polres Dumai ada dua, yakni Polsek Dumai dan Polsek Kawasan Pelabuhan Dumai.

Disusul dua Polsek dari jajaran Polres Kampar, yakni masing-masing Polsek Bangkinang Kota dan Polsek Bangkinang Barat.

Kemudian, ada tiga Polsek jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) yakni Tembilahan, Batang Tuaka, Sungai Batang.

Untuk dari jajaran Polres Bengkalis, juga ada dua diantaranya Polsek Bengkalis dan Bantan.

Dari jajaran Polres Rohil, juga ada dua yang termasuk dalam keputusan Kapolri yakni Polsek Tanah Putih dan Polsek Rantau Kopar.

Lalu, dari jajaran Polres Pelalawan, hanya ada satu Polsek yang tidak diperbolehkan yakni Polsek Pangkalan Lesung.

Seterusnya, jajaran Polres Rohul yang diputuskan tidak boleh melakukan penyelidikan hanya Polsek Rambah. Dari Poltes Siak, juga hanya ada satu juga yakni Polsek Siak.

Kemudian, dari Polres Kuansing ada dua Polsek yang tidak boleh melakukan penyelidikan yakni Polsek Kuantan Tengah dan Hulu Kuantan.

Terakhir, ketentuan Kapolri untuk Polres Kepulauan Meranti, yang tidak diperbolehkan melakukan penyelidikan adalah Tebing Tinggi.

Dalam hal ini, ketentuan itu dilakukan mengikuti kebijakan itu berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/613/III/2021 tentang Penunjukan Kepolisian Sektor Hanya Untuk Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Pada Daerah Tertentu (Tidak Melakukan Penyidikan), per tanggal 23 Maret 2021 yang ditandatangani langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam keputusan tersebut, Kapolri memperhatikan soal program prioritas Comamnder Wish pada 28 Januari 2021 lalu.

Hal ini juga merupakan program prioritas di bidang transformasi, program penataan kelembagaan, kegiatan penguatan Polsek dan Polres sebagai lini terdepan pelayanan Polri dengan rencana aksi mengubah kewenangan Polsek hanya untuk pemeliharaan Kamtibmas pada daerah tertentu tidak melakukan penyidikan.

”Polsek yang tidak melakukan penyidikan dalam hal kewenangan dan pelaksanaan tugasnya memedomani Surat Kapolri Nomor: B/1092/II/REN.1.3./2021 tanggal 17 Februari 2021 perihal direktif Kapolri tentang kewenangan Polsek tertentu,” tulis Sigit dalam surat keputusan itu.n

Keputusan itu berdasarkan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia,

Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia Sebagaimana telah Diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia.***

 

 

Admin : Hery Ferdian

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com