April 12, 2021

DETIKINDONESIAN.COM

Berita Update Dan Terpercaya

Kanwil Kemenkumham Riau Kenalkan Blok Pengendali Narkoba Yang Super Ketat di dalam Lapas kelas IIA Pekanbaru

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Upaya berkelanjutan penanggulangan narkoba Wujudkan lapas dan rutan bebas dari Narkoba dan dugaan pengendalian narkoba, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau pada Jumat (05/02/2021), Bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru gelar konferensi pers dan mengajak awak media untuk melihat langsung Blok Pengendali Narkoba (BPN)

Blok Pengendali Narkoba(BPN) ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Jenderal Pemasyarakatan untuk melakukan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, berantas peredaran narkoba, dan membangun sinergitas dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya.

Giat Hari ini dimulai dengan simulasi proses warga binaan di blok pengendali narkoba dan tata cara bagaimana penempatannya, BPN ini nantinya akan diisi oleh warga binaan yang masih melakukan pengendalian Narkoba baik di dalam maupun di luar lapas/rutan.

Blok pengendali narkoba ini ada beberapa ruangan yang sudah disiapkan, dalam ruangan tersebut hanya berkapasitas 5 sampai 10 orang warga binaaan.

Akses cukup terbatas dan nantinya warga binaan tersebut tidak bertemu langsung dengan sejumlah petugas Lapas, karna dalam setiap ruangan tersebut sudah di pasang alat Camera /CCTV di setiap sudut ruangan, dan petugas memantau dari ruangan Control khusus.

“Tujuan kita bentuknya blok pengendali narkoba ini agar pengendalian narkoba dari dalam Lapas yang biasa terjadi akan kita berantas,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia(Kakanwil Kemenkumham), jelas Ibnu Chuldun kepada awak media Indonesia detik.com di sela kegiatan.

“Petugas hanya bertemu dengan warga binaan di blok pengendali narkoba ini saat memberi makan dan pakaian kepada mereka, kemudian saat kondisi tertentu (sakit),” pungkasnya.

Setelah mengajak awak media ke ruangan BPN dan peragaan simulasi proses penanganan warga binaan, Dalam sambutannya Kalapas Kelas II A Pekanbaru, Herry Suhasmin saat konferensi pers menjelaskan “Kita sudah melihat bagaimana tempatnya tadi, pengawasannya, para petugasnya juga bukan asal asalan, mereka melalui serangkaian proses pentahapan dan assesment yang sudah dilatih integritas, disiplin dan kemampuannya.” Ujar Herry.

BPN adalah bagian dari upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba, Terwujud nya Blok Khusus ini berkat inovasi dan gebrakan Kakanwil Kemenkumham Riau.Ucap nya.

Nantinya warga binaan yang berada di dalam BPN ini diberi pembinaan yang kami sampaikan melalui alat komunikasi visual melalui speaker, diperdengarkan khotbah ajaran agama.

Uniknya apabila nantinya ada sesuatu kejadian, mereka cukup melambaikan tangan saja, kalau sakit kita bawa ke klinik, apabila mereka ingin konsultasi ada tempatnya yang sudah disipakan.” Kata Herry.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Kakanwil Kemenkumham Prov.Riau, Drs. Ibnu Chuldun, mengungkapkan langkah strategis yang dilakukan oleh jajarannya (Kalapas) untuk meminimalisir dan menanggulangi peredaran bahkan pengendalian narkoba di dalam lapas dan rutan.

Dengan Sinergitas bersama aparatur penegak hukum baik itu Kepolisian dan BNN dan sesuai arahan dan persetujuan dari Dirjen Pemasyarakatan dan tahapan yang dilakukan, dari blok ini disusun tentang managementnya, mekanisme, SOP, penerimaan, penempatan, pengeluaran, dan pembinaannya.” Kata Ibnu Chuldun saat konferensi pers.

Petugas yang sudah kita persiapkan tersebut bertugas mencatat perkembangan perilaku warga binaan kalau selama tiga bulan pertama tidak ada menunjukkan tanda kepatuhan maka bisa ditambah hukumannya dan juga menghilangkan beberapa hak dari WBP tersebut.

Semua ini akan melalui proses untuk menunjukkan perubahan perilaku dan mungkin tak sampai 6 bulan,  jika 3 bulan masih tetap dan tidak adanya perubahan sikap dari WBP nantinya akan ditambahkan masa tahanannya di blok pengendali tersebut, dan tidak menutup kemungkinan untuk memindahkan napi tersebut ke Nusakambangan. Ujarnya.

Ibnu Chuldun juga meminta kepada Ka.Lapas Pekanbaru untuk segera memaksimalkan kondisi kamar hunian blok BPN agar sesuai dengan standar operasional prosedur, karena pada tanggal 10 mendatang akan dimulai penempatan terhadap mereka WBP yang sudah terdata masih mengendalikan narkoba.

Warga Binaan Permasyarakatan yang akan menempati ruangan ini nantinya adalah sisa dari warga binaan yang sudah dikirim ke Lapas Nusakambangan, yang sebelumnya sebanyak 47 orang sudah di kirim ke Nusakambangan.

Yang membedakan BPN dengan blok/kamar hunian lainnya adalah terpasangnya CCTV di dalam kamar dan selalu dipantau selama 24 jam serta tidak ada lubang colokan arus listrik. Selain itu, penghuni BPN juga tidak diperkenankan berkomunikasi dengan WBP lainnya, tidak diperbolehkan mendapatkan kunjungan keluarga, dan menerima barang titipan.

BPN ini diawasi langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) atau Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP). “Apabila di blok khusus ini masih ditemukan adanya handphone atau narkoba, maka Kepala KPR atau Kepala KPLPnya akan langsung kami tindak dan berikan sanksi,” sebut Ibnu tegas.***

Penulis : Hery Ferdian

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com