April 12, 2021

DETIKINDONESIAN.COM

Berita Update Dan Terpercaya

Keluarga Korban minta investigasi Karamnya Kapal Banawa Nusantara 58, ASSPI Sebut Panitia Abaikan Prosedur Keselamatan Penumpang

KAMPAR – Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Riau bersama keluarga korban Peristiwa Kapal Banawa Nusantara 58 dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar melakukan konfrensi pers terkait peristiwa tenggelamnya Kapal Banawa Nusantara di Danau PLTA Koto Panjang.

Konferensi Pers digelar di Hotel Pangeran, Selasa, 22 Desember 2020, Dalam konfrensi ini pihak keluarga korban menyayangkan sikap pemerintah Kabupaten Kampar yang tidak ada perhatian kepada korban.

Ketua ASSPI Riau, Yuli Andriani mengatakan bahwa panitia acara tidak memperhatikan prosedur keselamatan penumpang, yang mengakibatkan 1 pelaku pariwisata meninggal dunia. Korban bernama Salman Alfarisi.

“Wakil Ketua ASPPI Riau bernama Salman Alfarisi meninggal dunia atas tenggelamnya kapal tersebut. Kami berharap Pemkab Kampar berikan perhatian khusus kepada teman-teman kami yang menjadi korban tragedi tersebut,” lanjutnya.

“Jadi yang paling penting bukan masalah materil, tetapi kami ingin bagaimana tragedi ini mendapat perhatian dari Pemkab Kampar,” pungkasnya.

Syafii, paman korban Kapal Banawa Nusantara yang wafat dalam kejadian mengatakan saat jenazah diantarkan kerumah duka tiada satupun pihak dari Pemerintah Kabupaten Kampar yang turut serta mengantarkan korban kerumah duka.

Ia mengatakan almarhum dihantarkan kerumah duka tidak dalam keadaan layak, “Jenazah diantarakan tanpa ada diurus seperti dibungkus kain kafan atau semacam lainnya ke rumah duka, melainkan dalam keadaan memakai baju basah karena baru diangkat dari air,” katanya.

Selain itu ia juga menanyakan apakah kapal layak untuk dinaiki serta digunakan.

“Seharusnya pihak yang mengundang harus mempersiapkan keamanan bagi para tamu undangan dalam acara tersebut,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihak keluarga mengharapkan adanya itikad baik untuk memberi perhatian dan solusi kepada keluarga.

“Kelanjutan permasalahan ini kita serahkan sesuai dengan bagaimana aturan berlaku,” ungkapnya.

Ia juga menanyakan terkait bagaimana pertanggung jawaban Pemerintah Kabupaten Kampar kepada keluarga yang ditinggalkan.

Pihak keluarga menilai acara yang diadakan Pemkab Kampar terorganisir tetapi penyelenggaraannya abal-abal.

Pihak keluarga, almarhum Salman Alfarisi yang meninggal dunia terbaliknya Kapal Wisata KM Banawa Nusantara 58, Sabtu, 19 Desember 2020 meminta tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kampar.

Selain minta tanggung jawab dari Pemkab Kampar, baik itu Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, Pihak Keluarga alarhum Salman Alfarisi minta investigasi dilanjutkan.

“Saya ingin kasus ini harus diinvestigasi agar lebih jelas titik terangnya, ini kapal tanggung jawab siapa, kenapa tidak ada sistim pengamanan di atas kapal,” ucap Zul kepada media, Selasa, 22 Desember 2020.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kampar untuk kedepannya lebih memperhatikan keselamatan dari tamu yang diundang untuk mengikuti acara.

Terkait ketidakhadiran perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Kampar, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, David mengaku pihak dari Dinas saat kejadian masih terguncang adanya peristiwa tersebut, sehingga tidak terpikir untuk melakukan hal yang seharusnya.

Ia menuturkan terkait solusi bagi keluarga, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar belum dapat memutuskan memberi solusi apa atas kejadian ini.

Dalam pemaparannya, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, David mengatakan Kapal Banawa Nusantara saat diterima memiliki banyak kerusakan. Menurutnya sebagian kerusakan sudah dibenahi dan direnovasi sebagian.

Ia mengakui Kapal Banawa Nusantara tidak diperuntukkan untuk berlayar di danau, melainkan di laut.

David menuturkan rencana menggunakan Kapal Banawa Nusantara sudah dipikirkan sejak lama saat merancang kegiatan tersebut.

Tujuan digunakannya kapal tersebut untuk mengakomodir para tamu undangan menikmati sejumlah destinasi pariwisata di Danau PLTA Koto Panjang.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar, David ketika ditanya terkait kelayakan Kapal Banawa Nusantara untuk dinaiki penumpang mengatakan sebelum digunakan kapal sudah dibenahi.

“Terkait izin kelayakan kapal ia mengatakan hal tersebut menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar,” ungkapya.***

 

Penulis :Hery Ferdian

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com