April 12, 2021

DETIKINDONESIAN.COM

Berita Update Dan Terpercaya

Kronologi Owa Sumatera Mati dan Viral Video Kapolres Pelalawan

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko jadi perhatian publik. Lantaran perwira menengah ini diduga terlibat dalam mengadu satwa dilindungi jenis primata Owa dengan Seekor anjing.

Dalam video tersebut, satwa Owa terlihat dipermainkan dengan seekor anjing. Beberapa waktu kemudian, Owa tersebut mati lalu dikubur.

Video tersebut pun viral, bahkan sebelumnya tayangan tersebut sempat diunggah di akun media sosial pribadinya, Indra Kla Project pada awal Desember, namun sudah dihapus.

Seperti diketahui, satwa Owa merupakan jenis hewan yang dilindungi, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. P92 tahun 2018 tentang perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. P20 tahun 2018 tentang Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar disebutkan Owa Jawa merupakan satwa yang dilindungi.

Setelah sempat menjadi perbincangan, akhirnya Kapolres Pelalawan, Indra Wijatmiko memberikan keterangan terkait video satwa Owa yang Viral tersebut.

Penjelasan disampaikan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto. Ia mengatakan bahwa, hewan tersebut ditemukan oleh salah satu personel Polri atas nama Bripda Joss, pada tanggal 1 Desember 2020, sekitar pukul 16.00 WIB.

“Saat itu yang bersangkutan olahraga lari sore. Dia menemukan sebuah karung ditepi Jalan Kualo Pelalawan. Kondisi karung tersebut dalam keadaan terikat,” ujar Sunarto Kamis (10/12/2020) malam.

Selanjutnya kata Indra, setelah ikatan karung tersebut dibuka, ternyata isinya hewan sejenis kera, dimana Joss belum mengetahui jenisnya, dalam keadaan sekarat dan terluka parah pada ditangan serta pahanya.

“Kemudian anggota tersebut membawanya dan melaporkan kepada Kapolresnya. Selanjutnya Kapolres memerintahkan anggota tersebut untuk segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan pertolongan atau pengobatan,” lanjut Sunarto.

Disitulah Owa diberikan pertolongan medis dan pengobatan oleh dokter dan dibawa kembali.

“Tanggal 3 Desember, hewan tersebut dibawa lagi ke dokter hewan untuk pengobatan. Hingga pada akhirnya hewan tersebut meninggal karena sakit yang dideritanya pada tanggal 5 Desember,” tutup Sunarto. ***

Penulis : David Yuharly
Editor    : Hery



Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com