November 27, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

Petugas Avsec Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Pengiriman 6.594 Pil Ekstasi

Petugas Avsec Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Pengiriman 6.594 Pil Ekstasi

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Tim aviation security (Avsec) bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, berhasil menggagalkan pengiriman 6.594 butir pil esktasi ,Kamis(19/11/2020).

Barang haram itu rencananya akan dikirim ke Wajo, Belawa, koperasi SDN 62 Wele Salo Belawa Kec. Belawa Wajo Sulawesi Selatan lewat jasa ekspedisi J&T Express Jln. Tuangku Tambusai kota Pekanbaru.

 

DETIKINDONESIAN.COM
bermula dari ide hingga menjadi sebuah aksi yang dapat mengubah bangsa ini secara perlahan ke arah yang lebih baik.

Pil ekstasi dengan total berjumlah 6.594 butir itu disembunyikan di dalam Electric Cash Register SR-S500 merk Casio dan dibungkus sedemikian rupa dengan rincian sebagai berikut :

1). 1 bungkus berisi pil ekstasi berwarna orange sebanyak 730 butir
2). 1 bungkus berisi pil ekstasi berwarna hijau sebanyak 970 butir warna hijau
3). 1 bungkus berisi pil ekstasi berwarna biru sebanyak 2.584 butir
4). 1 bungkus berisi pil ekstasi berwarna biru sebanyak 2.310 butir

Kepala BNN Riau Brigjen Pol Kennedy di Pekanbaru, Sabtu (21/11/2020) sore, menginformasikan bahwa pihaknya akan mendalami asal muasal pelaku pengiriman barang haram tersebut ke luar Provinsi Riau melalui jalur udara.

”Kita sudah kantongi identitas pengirim dan penerima nya,” jelas Kennedy.

Temuan ini berawal dari Pemeriksaan barang Cargo melalui X-Ray dan dimonitor oleh petugas Avsec Meiki Yatno dan Petugas Pam Bandara Lanud Rsn  Serka Sukraniady pada saat memonitor/mengawasi barang Cargo di layar monitor, Petugas mencurigai terhadap 1 paket yang dipacking dengan menggunakan karung warna hijau dengan jasa pengiriman Ekspedisi J&T Express, jelas Kenedy.

Beruntung saat lewat mesin x-ray kargo bandara SSK II, keberadaan benda mencurigakan itu berhasil terdeteksi oleh petugas bandara.

Mencurigai terhadap 1 paket yang dipacking dengan menggunakan karung warna hijau dan dipacking dengan kayu dengan jasa pengiriman Ekspedisi J&T Express, selanjutnya petugas bandara memanggil petugas ekspedisi Prayogi Hasanul Adri untuk membongkar paket tersebut yang dibungkus beberapa lapisan, pada bagian luar paket.

Pembongkaran yang lakukan petugas kurir ekspedisi tersebut mengeluarkan 1 unit mesin kasir dan pada bagian bawah tempat penyimpanan uang ada celah kaca dan didalamnya nampak butiran pil bewarna orange.

”Saat dicek dengan seksama, ditemukan 4 bungkus ekstasi yang mana dari hasil hitungan berjumlah 6.594 butir  yang dibungkus dengan plastik,” ungkap Kennedy.

Setelah dipastikan paket itu adalah ekstasi, kemudian petugas Pam Bandara melaporkan penemuan Narkotika tersebut kepada BNNP RIAU, Lanud Rsn. Selanjutnya Dansatpom memerintahkan Kasi Lidpamfik dan jajaran tim Lidkrim untuk mendatangi TKP untuk mencari data dan keterengan lebih lanjut.

Untuk proses selanjutnya, Kennedy mengatakan, pihaknya masih mengembangkan pengiriman dan penerima paket Ektasi tersebut.

Saat ini, tim BNN Riau masih terus mendalami penemuan ribuaan butir pil ekstasi yang berhasil digagalkan pengirimannya ke luar Riau melalui jasa ekspedisi dengan menggunakan jasa pernebangan.***

Penulis    : Hery
Redaktur : EMI
detikindonesian.com