November 27, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

Polda Riau Menangkap Sembilan tersangka Dari dua kelompok berbeda Bandar Yang Sedang Berperang

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau mengungkap sindikat bandar narkoba, para pelaku yang berhasil diamankan kepolisian ini ada dua kelompok yang sedang berperang dalam memperebutkan narkoba, Perang dua kelompok bandar narkoba terjadi di Dumai. Dua kelompok saling memperebutkan sabu dan inek dari Malaysia.

Hal itu diungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi saat exspos Senin, 16 November 2020 di Polda Riau.

Dua kelompok bandar narkoba yang sedang berperang ini diketahui memperebutkan 46 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi.

Pelaku yang berhasil di tangkap berjumlah 9 orang tersangka dan dari dua kelompok yang sedang merebutkan narkoba yaitu sabu-sabu seberat 46 kilogram dan inek 10 ribu butir.

Kapolda Riau menambahkan, 46 kilogram sabu dan 10 ribu butir ekstasi tersebut berasal dari Malaysia yang dimasukkan oleh kelompok Medan.

Pengungkapan ini bermula dari gerak cepat polisi yang berhasil menangkap lima orang pelaku yakni, Brewok, Yuyun, Medi, Pras, dan Belong mereka akan menerima tiga kilogram sabu di kota Pekanbaru.

Dalam penyergapan lima pelaku ini petugas juga mendapati lima pucuk senjata api rakitan dari tang lima tersangka, Dari temuan senjata api ini kemudian petugas melakukan pendalaman dan kita temukan fakta adanya perang bandar narkoba yang ada di Dumai dan Medan,” ungkap Irjen Agung Setia Imam Efendi.

Kapolda Riau, menambahkan kelima pelaku Jul, Belong, Putra, Nyoto, dan Ipan adalah dari kelompok bandar narkoba Dumai yang sedang berperang melawan kelompok bandar narkoba dari Medan, mereka memperebutkan 46 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi.

“Kelompok Dumai ini perang melawan kelompok Medan memperebutkan 46 kilogram sabu dan 10 ribu butir inek yang sebelumnya atas temuan 24 kilogram sabu di Bukit Kapur, Dumai, beberapa waktu lalu,” terang Jendral Bintang Dua tersebut.

Sementara itu, kelompok bandar Medan dikendalilan oleh Ade di Lapas Pekanbaru, kemudian, Ade merekrut Suryadi untuk membeli truk yang digunakan untuk membawa 46 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi.

“Kelompok Dumai yang mengetahui ada barang masuk kemudian melakukan pengejaran terhadap truk yang membawa narkoba tersebut dengan menembakkan senjata api ke udara sebanyak 2 kali, dari aksi tersebut kelompok Dumai berhasil mendapatkan 20 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil esktasi,” terang Irjen Agung.

Setelah mendapatkan, barang haram tersebut, kemudian kelompok bandar Dumai membagi-bagi kan 20 kilogram sabu tersebut kepada anggota lainnya untuk diedarkan di wilayah Riau.

Dari penangkapan tersebut, petugas kemudian menyita barang bukti, uang tunai Rp 210 juta, hasil penjualan narkoba, tiga kilogram sabu, 5 pucuk senjata api,dan dua Sajam berbetuk pistol serta dua unit kendaraan roda empat.

Kapolda Riau menegaskan, tersangka yang ditangkap Polda Riau dan jajaran terdiri dari dua kelompok bandar narkoba, yang sedang berperang, dan sindikat narkotika lintas provinsi.

Tindakan tegas dan terukur juga dilakukan terhadap salah satu dari para tersangka, Karna berupaya melawan merebut senjata api yang sudah diamankan petugas dengan menembak kaki pelaku.jelas Kapolda Riau.***

Penulis : Hery Ferdian