November 27, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

BNN Ingatkan Milenial di Medan, Pandemi Narkoba Lebih Berbahaya dari Covid 19

DETIKINDONESIAN.COM | MEDAN – Deputi Pemberantasan Narkotika BNN RI, Irjen Pol Arman Depari mengingatkan warga Kota Medan khususnya kaum milenial bahwa pandemi narkoba lebih berbahaya ketimbang pandemi Covid-19.

Arman Depari menginformasikannya usai menggelar konferensi pers terkait pengungkapan 141 kg ganja di Jalan Bunga Raya Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang, Jumat (13/11/2020) sore.

“Ada pandemi lain yang lebih berbahaya yakni narkoba yang merugikan masyarakat. Kita juga tidak boleh menggunakan narkoba khususnya para milenial,” ujar Arman Depari sembari membagikan masker kepada warga sekitar.

Ia mengatakan Sumut merupakan lokasi transit peredaran narkoba. Sampai saat ini Sumut menduduki rangking pertama penyalahgunaan narkotika.

“Sumut juga, khususnya Medan punya penduduk terbanyak pengguna narkotika. Kalau ini tidak jadi perhatian semua pihak, aparat dan masyarakat, jumlah ini akan terus berlipat-lipat,” tegas Arman saat bersama dengan Kabid Pemberantasan BNNP Sumut Kombes Pol Sempana Sitepu.

Terkait lokasi penyimpanan ratusan kilo ganja kering tersebut, tidak ada yang menduga kalau jadi sarang penyimpanan ganja. Pasalnya, lokasinya tak jauh dari sungai ini berada dari tempat terpencil.

“Artinya tempat pelosok dan desa terpencil tidak luput jadi sasaran bandar. Kalau kita tidak waspada bisa saja ganja atau narkotika lainnya sudah masuk ke sekolah-sekolah dan anak-anak remaja bawah umur bisa menggunakannya,” sebut Arman.

Pencegahan Narkotika Itu Penting

Upaya pengungkapan ini, kata Irjen Arman, tidak akan ada artinya jika masih banyak masyarakat yang menggunakan narkotika. Untuk itu, semua pihak harus benar-benar ikut memantau agar bisa dideteksi secara dini penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Upaya pencegahan harus dilakukan agar tidak ada permintaan dan keinginan untuk membeli. Jika masih ada yang membeli dengan harga tinggi, maka sindikat jaringan narkotika akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, BNN menggagalkan peredaran 141 Kg ganja dari dua lokasi terpisah yakni di kawasan Medan.

Mereka menangkap 5 orang pada dua lokasi berbeda. Kawasan Tanjung Selamat dan gudang kapur Jalan Bunga Raya Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang.

Pengungkapan yang berlangsung mulai tanggal 8 November 2020 hingga 11 November 2020 ini petugas BNN menemukan narkotika yang ditanam di dalam tanah di gudang kapur. BNN turut mengamankan lima orang yakni MA, Z dan istrinya Sw, SA, serta S.

Pantauan wartawan usai menggelar konferensi pers, BNN RI membagikan masker kepada masyarakat sekitar sekaligus mengingatkan untuk menjauhi narkoba.***(pakarberita)

Editor : Hery | detikindonesian.com

detikindonesian