November 27, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

SMAN Olah Raga Provinsi Riau Bertemu dengan Orang Tua Murid dan Meminta Persetujuan

Kepala Sekolah SMA Negeri Olahraga
DETIKINDONESIAN.COM|PEKANBARU – SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau, Sabtu (14/11/2020) tadi, menggelar  pertemuan dengan orang tua/wali murid, dengan wacana kembalinya pembelajaran tatap muka di sekolah dan pembahasan 60 siswa dari SMA olahraga yang punya potensi untuk kemudian di asramakan agar fokus mengikuti kejuaraan-kejuaraan dan seleksi lainnya.
Giat bertempat di SMAN Olahraga Provinsi Riau Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai Pesisir pekanbaru.
Bersamaan dengan pertemuan orangtua dilaksanakan pemilihan ketua osis, pertemuan ini dilaksanakan dengan menerapakan standar protokol kesehatan, sebelum masuk orang tua dicek mulai dari suhu tubuhnnya dan diminta mencuci tangan.
Pertemuan ini juga membicarakan program Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui Daring dan pengumpulan tugas dan pemberian tugas baru, Pengambilan Seragam sekolah, dan pemilihan Ketua Osis secara Online.
DETIKINDONESIAN.COM
bermula dari ide hingga menjadi sebuah aksi yang dapat mengubah bangsa ini secara perlahan ke arah yang lebih baik.0
H. Sahid Surwono, SPD. MM Kepala Sekolah SMAN Olahraga Riau saat di jumpai di ruangannya, menjelaskan ke awak media jurnalriau.co, dalam pertemuan tadi kita fokus untuk meminta persetujuan orang tua murid untuk menitipkan anak anak yang terpilih untuk mengikuti kejuaraan PON agar dilatih disekolah.

“Kami meminta persetujuan dari orang tua murid, Kemudian anak anak kita yang terpilih ini kemudian di asramakan agar fokus mengikuti kejuaraan-kejuaraan dan seleksi lainnya di Pekan Olah Raga,” ujarnya di Ruangan Kepsek Lantai 2.
Sahid Suwarno menambahkan dari Total 430 Murid SMAN Olahraga, yang diminta persetujuan hanya 60 wali murid siswa dari kelas X dan XI. Dan harus menandatangani surat diatas materai dari orang tua dan murid juga menyertakan surat kesehatan dari dinas terkait.
“Tanpa 3 syarat ini (persetujuan orang tua dan murid, serta kesehatan,red). kami juga tidak berani mendidik dan melatih mereka di asrama,” ujar yang Sahid yang baru menjadi Kepsek setelah 20 tahun menjadi Wakepsek ini.
Menurut Sahid ada orang tua yang menyerahkan anak nya berlatih ditempat lain yang sangat memberatkan, makanya kita coba mengajukan untuk berlatih di asrama sekolah.
“Awalnya Kepala Dinas (Kadis) dan Dinas pendidikan dan Olahraga (Dispora) awalnya tidak menyetujui, setelah melihat dan melakukan kesiapan Sekolah akhirnya disetujui.
Kesiapan sekolah sudah sangat memadai dan cukup standar juga melakukan penyemprotan secara berkala. Sekolah yang berbasis Olahraga ini sengaja dibentuk Pemprov untuk melatih dan membina anak anak menjadi Atlet.
Lebih jauh dikatakannya, pihak sekolah dengan komitmen terhadap peningkatan prestasi pelajar,  dengan memenuhi fasilitas dan kebutuhan siswa.
Tentunya siswa yang dididik di SMA ini bisa memberikan yang terbaik bagi sekolah dan Riau. Dan bidang yang terkait harus intens menganalisa, bagaimana hasil dari pendidikan dan latihan.
“Olahraga ini kan tempat anak-anak yang punya bakat. Dan hasilnya dari SMA ini menjadi pemain yang dibina oleh cabang alahraga yang ada di Riau, jika perlu pelajar kita masuk di tim nasional. Untuk itulah tugas kita mencetaknya melalui cabang olahraga yang ada di SMA olaharag ini,” ungkapnya.***
Kepala Sekolah SMA Negeri Olahraga
Penulis  : Hery
Redaktur : Emi