November 27, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

Konsumen Meradang, JNE Batam Diduga Langgar Aturan PMK 199/2019

DETIKINDONESIAN.COM | BATAM – Jasa pengiriman barang JNE Batam Buat konsumen meradang dan marah Dalam hal operasional pengiriman barang, Hal ini diduga lantaran Pihak JNE Batam melakukan Pembebanan pajak yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah.

Dari Pantauan media di lapangan, JNE Batam selaku pihak jasa pengiriman menaikkan biaya pajak di luar aturan pemerintah, Hal ini membuat konsumen sangat terbebankan lantaran besarnya nilai pajak yang harus dibayarkan.(dari 3 dollar ke 7 dollar untuk tas) sementara ekpedisi lain tidak memberlakukan.

Dari penelusuran Team Media di lapangan, sejak diberlakukannya PMK 199/2019, Para pedagang online menganggap, penerapan PMK 199/2019 benar-benar memukul bisnis online di Batam dan di tambah dengan aturan JNE secara sepihak menaikkan biaya Pajak untuk barang berupa tas.

Pemerintah atau pihak terkait harus memantau, Agar tidak terjadi kesalahan dalam pelanggaran aturan sesuai ketentuan yang sudah ditentukan pemerintah.

Mereka protes karena pajak yang dibebankan sudah dibayarkan tapi pengiriman justru lebih lambat keluar Batam. belum lagi penetapan selisih pajak dari pihak beacukai yang terlalu tinggi dr harga barang yg diajukan konsumen padahal bukti npd dan kwitansi atau nota sudah diserahkan. sementara kl pihak konsumen tidak mau bayar selisih pajak paket tidak bisa ditarik kembali krn ditahan oleh pihak beacukai

Menurut Salah satu pedagang online di Batam Hery saat di konfirmasi media detikindonesian.com, ia menjelaskan aturan yang di terapkan JNE dinilai sangat membebankan, tanpa mempertimbangan banyak pihak.

Sehingga akhirnya mengorbankan para pelaku usaha kecil, seperti pedagang online ini. Padahal menurutnya, untuk usaha online, mereka hanya berharap untung kecil karena memang banyak saingan, ambil untung besar, pelangganpun pasti menolak dibebani biaya sebesar itu. Mending mereka cari di daerah mereka,” ujar Hery.

Hery merupakan pedagang tas online. Ia banyak menolak pesanan dari pelanggan karena pajak yang membuat total harga pengiriman barang jadi luar biasa mahal. Ia menyebut, JNE selaku pihak ekspedisi memungut biaya pajak di luar ketentuan aturan yang telah di tetapkan.

JNE cabang Batam luar biasa mencekik para pedagang dengan menaikkan biaya pajak tas dan tidak sesuai aturan Mentri, Karena itu, ia berharap pemerintah bisa mengambil langkah tegas dan kembali mempertimbangkan aturan itu. Apalagi, usaha online merupakan salah satu cara untuk masyarakat mendapat penghasilan

Akibatnya Sejumlah seller online di Batam mengeluhkan lambatnya pengiriman barang dari Batam. Mereka protes karena pajak yang dibebankan sudah dibayarkan tapi pengiriman justru lebih lambat keluar Batam.**”

 

 

 

 

Penulis : David