November 27, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

PJS GUBERNUR KEPRI  EMOSI  SAAT DI KONFIRMASI WARTAWAN

DETIKINDONESIAN.COM | KEPRI – Sikap arogan yang di sertai dengan tindakan pelecehan yang di lakukan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepri ,Bahtiar Baharuddin  terhadap insan Pers, yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya  di nilai sangat tidak beretika.

Peristiwa pelecehan atau perbuatan tidak terpuji terhadap salah seorang wartawan yang di praktekan  oleh “Pjs ” gubernur Kepri tersebut , sontak mendapat kecaman dari berbagai pihak,terutama  para insan Pers dari berbagai organisasi, yang terjadi pada saat kegiatan pembagian masker di Tanjung pinang ,senin (19/10/2020)

Peristiwa pelecehan terhadap salah seorang wartawan dari media online tersebut terjadi ,pada saat pembagian masker kepada warga ,kegiatan tersebut oleh sejumlah pihak di nilai telah terjadi pelanggaran protokol kesehatan,bagai mana tidak,  di saat pemerintah pusat sedang berupaya untuk memutuskan mata rantai penyeberan virus corona yang merenggut nyawa ratusan ribu  jiwa.

Namun Bachtiar Baharudin  bukan memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang di lontarkan oleh awak media ,sang Pjs gubernur kepri justru melakukan aksi  pelecehan terhadap wartawan ,yakni menarik masker yang di kenakan wartawan menutupi mata,sembari mengeluarkan kalimat “begini cara memakai masker yang benar ucap Bachtiar” dengan raut wajah terkesan emosi.

Menurut keterangan wartawan yang mendapatkan pelecehan tersebut ,bahwa dirinya sudah mengenakan masker sebagai mana lazim dan fungsinya, yakni menutupi bagian mulut hingga ke hidung .

Sementara itu ,di itempat terpisah, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Tanjungpinang,  Iskandar Syah mengaku sangat  kecewa atas aksi Pelecehan yang di lakukan seorang pemimpin sekelas Pjs gubernur  sekaligus  merangkap sebagai Dirjen Politik dan Pemerintah Umum Kemendagri terhadap awak media yang sedang menjalankan tugasnya ujar Iskandar

Sebagai pejabat publik, Bahtiar sejatinya harus memiliki “Etika” dan menggunakan logika sebelum beraksi ,Apalah arti segudang ilmu bagi seorang” pejabat” atau pemimpin,  kalau tidak memiliki Akhlak  ,karena Akhlak itu posisinya di atas Ilmu , ungkap pria yang lebih populer di sapa Kandar.

Kecaman yang sama  juga di lontarkan  oleh ketua Asosiasi Jurnalis Online Indonesia ( Ajoi) kepri.Jhoni Phakun saat mendapatkan informasi bahwa Pjs Gubernur Kepri melakukan Pelecehan terhadap “Kuli Tinta”

Menurut Jhoni Pakun, apa yang di lakukan oleh Bachtiar tersebut terhadap “insan Pers “,yang nontabene ,Beliau adalah seorang pejabat publik ,sungguh sangat tidak bisa di tolerir ,karena  aksi  tersebut sangat tidak terpuji serta tidak pantas ,ujarnya.

Pada prinsipnya seorang pejabat publik tidak boleh alergi atau emosi pada saat wartawan menjalankan tugasnya, seperti  pada saat wartawan  melakukan konfirmasi.

Karena melakukan konfirmasi   terhadap pihak terkait ,sudah merupakan  kewajiban seorang wartawan dalam hal pemberitaan “pejabat pemerintah harus mengetahui itu” di sisi lain  juga  seorang wartawan dalam  menjalankan tugas jurnalistiknya telah dilindungi oleh UUD Pers,pungkasnya .

Hingga Berita ini di tulis ,sang Pjs Gubernur Kepri belum berhasil di hubungi oleh Media DetikIndonesia.Com.karena hand phone selulernya tidak aktif atau di luar jangkauan.***

 

 

 

 

Penulis : Taufik . S
Editor   : Hery . F