Oktober 20, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

Terkait laporan Jaksa Nakal , Pagi Tadi Ansori mendapatkan surat panggilan dari jaksa pengawasan Kejati Riau

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Pada hari Kamis 24 September 2020 pukul’09:00 wib, terkait laporan Ansori kepada pihak bidang pengawasan kejaksaan tinggi Riau. Akhirnya di tindak lanjuti oleh Bidang Pengawasan kejasaan tinggi Riau atau (Jam’was).

Pagi ini di lakukan pemanggilan terhadap pelapor, untuk pemeriksaan terhadap pelapor di Mintak keterangan oleh penyidik kejaksaan tinggi Riau beralamat di jalan Sudirman No.375 kota Pekanbaru.

Sesuai dengan no surat panggilan .( B-3222/L.4.7./H.I.3/09/2020 ), perihal permintaan keterangan saksi pelapor di ruang pemeriksaan bidang pengawasan kejaksaan tinggi Riau (Kejati) di lantai delapan.

Dalam poin pertama Laporan Ansori menjelaskan kepada penyidik bagian pengawasan Jaksa Nakal tersebut ,Ansori meminta agar kasus yang di tangani oleh JPU Novri Yetty.,S.H , ditindaklanjuti karena kasus tersebut, sudah sangat lama sekali terhitung sejak,13 Desember 2017 silam yang sudah di laporkan ke pihak kepolisian baik’pun di limpah ke-Jaksaan negeri Pekanbaru tegas Ansori.

“Kita berharap agar pihak instansi kejasaan tinggi Riau dan jaksa Agung muda bidang pengawasan kejaksaan Agung (Jam’was) republik Indonesia agar, segera bertindak tegas terhadap oknum jaksa Novri Yetty,S.H., yang kita laporkan in.i agar di berikan sangsi tegas, supaya kedepan nya nati tidak ada lagi, oknum jaksa yang berani berbuat nakal dan semena-mena terhadap penegakan hukum di tanah air republik Indonesia.”yang harus kita cintai ini, terang Ansori.

“lagi pula ini kasus bukan lah, hal yang ringan tapi ini kasus ,sangat serius dan cukup berat yang merujuk pasal 170 KUHP., tersebut sudah berbunyi tindak pidana kekerasan terhadap orang yang dilakukan di muka umum.” hal tersebut diatur dalam, Pasal 170 KUHP, yaitu Barang siapa dengan sengaja terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan kurungan penjara minimal tutur Ansori.

di atas ancaman hukuman pidana pasal 170 KHUP, sudah berbunyi penjara minimal 5 tahun 6 bulan kurungan penjara barang siapa terbukti melakukan kekerasan tersebut terhadap seorang baik’pun barang tegas Ansori lagi.

Poin yang kedua semua sudah mencukupi alat bukti seperti materiil dan pormil nya., seperti pengakuan dari para, peran masing-masing pelaku,dan alat bukti yang di rusak serta sesuai dengan. di dukung dari ketiga keterangan dari para pelaku serta saksi pakta, itu ucap Ansori.

Ketika di Mintak keterangan oleh pihak penyidik kejaksaan tinggi Riau di lantai 8 kantor Kejati Riau. Tersebut Ansori di periksa lebih kurang selama 3 sampai empat jam,dalam beberapa poin yang di minta keterangan oleh pemeriksaan yang di lakukan oleh pihak bidang pengawasan bagian kejaksaan tinggi Riau atau bidang pengawasan terhadap jaksa nakal tersebut.

Ansori juga berharap besar agar Jaksa Nakal yang sudah ,mencoba menghilangkan hak nya, untuk mencari keadilan di muka hukum terhadap kasus yang menimpah dirinya nya,selama ini ., yang hendak membatu,keluhan masyarakat terkait dugaan pungli yang di lakukan oleh pihak Dinas perhubungan (DISHUB),kota Pekanbaru yang beralamat di jalan Sutomo Pekanbaru tersebut.

“Namu pada akhirnya., Ansori yang berprofesi sebagai jurnalis bukan mendapatkan informasi, yang di dapat malahan dilakukan tidak pidana kekerasan terhadap Ansori yang hendak melakukan konfirmasi terkait dugaan ada nya informasi pungli dari masyarakat tersebut di lokasi parkir rumah kayu resto jalan SM Amin pada saat itu bersetatus kwo yang mana sudah di sepakati oleh pemuda setempat dengan pihak dishub tidak di pungut biaya parkir namu pada akhirnya yang memiliki SPT yang sudah mati tersebut masih saja mengutip biayanya parkir senilai Rp 2000 rupiah per kendaraan roda dua dan roda empat Tampa memberikan karcis parkir ketika di taya kepa juru parkir yang bukan pemegang SPT , mengatakan kita setor ke dinas perhubungan kota Pekanbaru yang di jalan Sutomo kepada Sarwono selaku petugas dinas perhubungan tersebut unjar nya , tutup Ansori.***rilis