September 28, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

Ketua SPSI Riau Keluhkan Layanan Pemerintah Terkait Covid-19, Yang Ikut Tutup Saat Hari Libur

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Pelayanan Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Balkesda) Provinsi Riau dikeluhkan warga karena fasilitas kesehatan itu ikut tutup saat hari libur, pada.

Kondisi itu dialami Ketua Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Riau Nursal Tanjung. Ia mengeluhkan tempat itu ikut tutup saat cuti bersama pekan lalu.

Padahal ia harus melakukan swab karena hasil rapid test Ketua SPSI ini Reaktif, Senin (24/08/2020).

Untuk melakukan Swab Pasien harus menunggu berhari hari dengan alasan hari libur, yang tempat penyimpanan alatnya adalah di Balai Kesehatan Daerah (Balkesda), yang tutup dikarenakan tanggal merah.

Nursal Tanjung selaku ketua SPSI Riau mengalaminya sendiri, harus menunggu Balkesda buka untuk melakukan tes Swab terhadap dirinya, dan tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat yang lain juga mengalaminya.

Nursal dirawat hari Kamis 20 Agustus kemaren, sepulangnya dari Padang Sumatra Barat, setelah mengalami panas pada tenggorokannya dan memeriksakan keadaannya di Ruamah Sakit yang ada di Pekanbaru.

“Setelah saya di Rapid Test dengan hasil Reaktif, sehingga harus di Swap Jum’at pagi untuk memastikan Positif atau tidaknya Covid-19, dan baru hari ini (Senin,red) dilakukan test Swap, yang hasilnya baru diketahui 5-7 hari kedepan,” ujarnya

Ketua SPSI Riau ini sempat merasa Heran, sebab Pemerintah baik Pusat maupun Daerah stanbay selama 24 jam untuk penanganan Covid-19 yang sudah meresahkan Bahkan Dunia mengalaminya.

“Saya berharap pemerintah jangan sampai menunggu alat Swap tersebut berhari hari, hanya karena kondisi tanggal Merah, jika pasien lama menunggu di Rumah Sakit, maka peluang untuk terpapar Virus cukup rentan,”tutupnya

Nursal Tanjung mencontohkan peluang tingginya paparan Virus Corona di Rumah Sakit tersebut bersumber dari petugas yang ada dirumah sakit, salah satunya petugas kebersihan (Cleaning Service), yang membersihkan seluruh ruang perawatan termasuk kamar perawatan pasien positve Covid-19.

“Saya bingung sama pemerintah daerah, dalam kondisi seperti ini, tempat itu tidak dibuka. Kok tutup, itu yang saya kritisi, bagaimana tanggung jawab pemerintah,” jelasnya.***

 

 

Reporter : M Asri Ali
Redaktur : Hery F