Sen. Jan 18th, 2021

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Kasus “penyaderaan” mobil konsumen oleh PT. Astra Credit Company (ACC) menuai tanggapan serius anggota DPRD Riau, Manahara Napitupulu SH. Ia menghimbau perusahaan leasing tersebut agar bekerja profesional dan transparan.

“Saya himbau PT ACC agar bekerja secara profesional. Jangan karena berhubungan dengan masyarakat desa lantas mau neko-neko alias tidak jujur dan tidak transparan,” ujarnya, Minggu (9/8/20).

Politisi Demokrat itu mengaku, pihaknya sudah meminta keterangan secara langsung dari konsumen Abdul Rahman serta melakukan cros cek kepada leasing PT ACC melalui Head Collection, Alinar.

Hal ini kata Manahara, bertujuan agar informasi yang didapat tidak sepihak. Dan ternyata apa yang dilaporkan konstituennya itu, memang benar adanya.

Anggota komisi II DPRD Riau itu menceritakan, disaat Abd Rahman datang ke kantor PT. ACC hendak menyetor angsurannya 2 bulan dari 4 bulan tunggakan, ternyata bagian pembayaran tidak mau menerima. Ia malah diarahkan ke bagian tunggakan bernama Alinar. Sementara Alinar memaksa Abdul Rahman harus bayar 6 bulan angsuran ditambah denda, biaya adm, serta uang penarikan (admin call) Rp 11,5 juta.

Yang jadi persoalan sebut Manahara, Abdul Rahman tidak mau membayar uang penarikan tersebut. Sebab dengan itikad baik datang sendiri nyetir mobil untuk maksud menyetor 2 bulan dulu, sehingga tidak ada biaya operasional pihak PT ACC yang keluar namun mereka tetap minta dibayar Rp 10 juta.

“Bahwa perlakuan pihak PT ACC terhadap warga desa Pesajian Kec Batang Peranap Kab Inhu itu, sangat tidak pantas”, ujar Manahara Napitupulu.

Dikatakan, pada dasarnya keberadaan lembaga keuangan swasta diharapkan berkonstribusi dalam pembangunan, dan mensejahteraan rakyat.

“Jangan malah membebani pada hal tidak perlu, apalagi jadi lintah darat sangat tidak patut”, kecam anggota DPRD Riau asal Dapil Inhu -Kuansing tersebut.

Disaat kondisi ekonomi masyarakat sulit saat ini sebut Manahara, mestinya para kreditur memberi mitigasi (keringanan) bagi debiturnya serta mensuport, memberi animasi agar debiturnya tidak down.

“Apapun dibilang bahwa lembaga kreditur itu hidupnya adalah dari debitur, makanya rawat dan pelihara itu. Saling percaya dan open management terkait klausul kedua pihak. Kalau bawahan tidak cakap dalam mengemban tugasnya ya mesti di evaluasi. Bila perlu lakukan pergantian untuk penyegaran sehingga misi perusahaan jalan sebagaimana mestinya.

Ia mengatakan, apabila PT ACC masih divensif dengan prinsipnya yaitu memaksa Debitur untuk membayar uang Rp 10 juta sebagai biaya penarikan, padahal uang tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagai belanja/pengeluaran atas penarikan mobil tersebut (sebagaimana tertuang dalam surat perjanjian kontrak) maka hal ini dapat dilaporkan/diadukan kepada Kepolisian agar diuji secara hukum pidana.***Rilis

 

 

 

 

 

Editor : Hery Ferdian

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com