September 28, 2020

Detikindonesian.com

Kabarkan Berita Terkini

Kepala SDN 035 Pungut Biaya Pindah Sekolah Dimasa Covid-19, Kabid Dikdas : Tidak Boleh Memungut

DETIKINDONESIAN.COM | TAMBANG – Salah satu lembaga pendidikan jenjang dasar tingkatan SD (sekolah dasar) dinaungan lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar diduga melakukan pungutan biaya kepada orang tua peserta didik pindahan antar Kecamatan se-Kabupaten Kampar.

Informasi ini di dapat oleh wartawan pada Sabtu lalu (01/08/2020), idari salah satu orang tua / wali murid dari peserta didik pindahan dari SDN 036 Desa Karya Indah Kecamatan Tapung ke SDN 035 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang, masih dalam naungan Disdikpora Kabupaten Kampar.

Diungkapkan narasumber, “biaya Pindah anak ke sekolah itu dimintai uang sebesar Rp.1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) dengan guna untuk pembuatan 3 Stel baju seragam sekolah untuk anak, diantaranya seragam Melayu, Batik dan Olahraga. Serta digunakan untuk biaya meng”online” kan data anak ke Dapodik Kementerian yang butuh biaya.”

“Itu diluar dari pembelian LKS dan biaya peminjaman buku pustaka sekolah untuk pembelajaran,” ucap Narasumber.

Dimasa perekonomian sulit masa Pandemi Covid 19 ini, tentu sangat memberatkan bagi masyarakat yang merupakan wali murid / orang tua dari peserta didik yang membutuhkan pendidikan bagi anak – anak generasi bangsa, khsusunya di Kabupaten Kampar.

Demikian dikatakan Narasumber kepada Awak Media detikindonesian.com (01/08) saat berbincang terkait pindah sekolah anaknya ke SDN 035 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.

Diwaktu terpisah, pada Senin (03/08/2020) Awak media detikindonesian.com mendampingi wali murid / orang tua dari peserta didik yang hendak menyelesaikan proses pindahan anaknya ke SDN 035 Tarai Bangun Kecamatan Tambang.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 035 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Evi Yanti ketika diruangan kerjanya dihadapan wali murid / orang tua salah satu peserta didik pindahan mengatakan bahwa uang tersebut digunakan untuk pembelian seragam sekolah dan biaya operator sekolah menginput data peserta didik pindahan ke Dapodik Kementerian Dikbud RI.

Terjadinya negosiasi antara orang tua wali murid terkait keringanan biaya tersebut ke Kepala Sekolah Dasar Negeri 035 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, disebabkan faktor perekonomian yang berada pada masa sulit ini.

Didapatlah keringanan dari sekolah yang disampaikan internal kebijakan Kepala Sekolah Dasar Negeri 035 Tarai Bangun tersebut, dibayar sebesar Rp 1.300.000,-  dengan memohon pembayaran dua tahap.

Wali Murid/Orang Tua dari peserta didik pindahan ini, memberikan biaya awal dengan menyerahkan uang tunai sebesar Rp.700.000,- kepada Kepala Sekolah Dasar Negeri 035 Tarai Bangun dengan dicatat dalam buku agenda tanpa ada penyerahan bukti tertulis penyerahan uang untuk orang tua /wali murid.

Ketika dipertanyakan bukti penyerahan uang tersebut, Kepala Sekolah Dasar Negeri 035 Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar menolak dengan dalih hanya untuk dicatat dibuku yang dipegangnya sendiri sebagai Kepala Sekolah di SDN 035 Desa Tarai Bangun Kec.Tambang Kabupaten Kampar.

Terkait informasi yang dirangkum ini, pada Rabu (05/08/2020),awak media detikindonesian.com menghubungi untuk  mengkonfirmasi Dinas Dikpora Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Nandang Priyatna mengatakan bahwa dalam segala hal terkait pendidikan, begitupun dengan PPDB sekalipun, sekolah tidak boleh memungut biaya sepeserpun.

“Hal tersebut sudah diingatkan dengan surat edaran tentang laranganya. Demikian pak, Salam pendidikan.” Tegasnya.***

Reporter  : Hasby
Redaktur : Hery