Kam. Jan 21st, 2021

 

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – ┬áNarapidana (Napi) yang bebas karena program asimilasi sudah bukan penjahat lagi, Kadivpas menjelaskan, para napi ini memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat.

“Mereka juga orang-orang yang ingin menjalani kehidupannya dengan baik,”ujar Hilal.

Hal itu langsung diungkapkan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Maulidi Hilal yang didampingi Kepala Rumah Tahan Kelas I Pekanbaru, Anton, di kantornya, Jumat (26/6/2020) siang.

Sampai saat ini data di terima sebanyak 16 orang warga binaan yang mendapat asimilasi dan integrasi kembali ditangkap karena melakukan pelanggaran bahkan tindak pidana (melawan hukum).

“Perlu kita sadari bahwa masyarakat kita masih beranggapan bahwa narapidana harusnya dihukum dan dikurung padahal nilai-nilai yang dipegang pemasyarakatan kita telah berubah, revitalisasi pemasyarakatan menegaskan bahwa narapidana bukan lagi dihukum tapi dibina. Tujuannya untuk mengembalikan mereka ke masyarakat,” ucapnya.

“Dari 2.220 orang yang mendapat asimilasi Covid-19 dan 201 orang mendapat integrasi, polisi kembali menangkap 16 orang yang menerima asimilasi karena pelanggaran dan melakukan tindak pidana dan menyerahkan kepada kita,”

Dalam asimilasi yang sudah diterapkan kepada warga binaan yang menerima, namun petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) sulit untuk menghubungi, Hilal menegaskan warga binaan tersebut akan kembali ditahan.

“Kita sekarang masuk dalam wabah Covid-19, jadi kita beri kemudahan kepada warga binaan yang menerima asimilasi untuk berkomunikasi melalui video call. Jika divideo call tidak merespon, ini dianggap pelanggaran dan akan langsung kita jemput,” sambungnya.

“Kita harapkan kepada seluruh warga binaan yang sedang berada di rumah upayakan untuk membuka komunikasi dengan balai pemasyarakatan. Jika ditelepon oleh petugas tidak diangkat, maka akan kami jemput dan kami masukkan kembali ke dalam sel”.

“Asimilasi kepada narapidana bukan berarti membebaskan mereka untuk berulah lagi tapi menyiapkan narapidana kembali kepada masyarakat,” katanya.***

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Imam
Editor : Hery

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com