Kam. Jan 21st, 2021

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Program Kementerian Hukum dan Ham terkait Integrasi dan asimilasi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) ternyata masih ada WBP yang berbuat tindak kejahatan kembali salah satunya di Kota Pekanbaru.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Ham Riau Maulidi Hilai mengatakan,kami baru saja mendapatkan informasi dari Kepala Bapas Pekanbaru bahwa ada empat orang di Polsek Kota dan satu orang di Polsek Mekarsari yang terkait dengan wbp kita ketika melaksanakan program asimilasi dan integrasinya mengulangi kembali tindak pidana.

“setelah kami telusuri lebih dalam hanya dua orang yang terkait asimilasi dan dua orang lagi tekait intgrasi dibulan sebelum ada program sebelum asimilasi dan satu lagi di Polsek Mekarsari,”ucapnya Hilal saat diwawancarai detikindonesian.com . Kamis,(30/4/2020).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Ham Riau Maulidi Hilai menjalaskan ketika ada wbp melakukan tindak pidana kembali untuk program asimilasi segera lakukan langkah-langkah oleh karena itu kami sudah menyampaikan jajaran AP Gakkum terkait wbp yang berbuat kembali tindak pidana lagi harap menghubungi kami.

kami sudah menyiapkan satu lapas khusus untuk karantina yang terdampak virus corona dan kami pun tidak ingin ketika mengambil tindakan untuk menjemput warga binaan program asimilasi yang berbuat kembali tindak pidana kita lakukan karantina selama 14 hari di lapas narkoba di Rumbai lalu nanti kita serahkan lagi ke lapas dan rutan untuk menjalankan lagi sisa masa tahanan.

Untuk wpb yang ada di luar Pekanbaru yang mendapatkan program asimilasi dan integrasi belum ada yang membuat tindak pindana kembali selama ini hanya ada didalam kota pekanbaru.

“Persentase dari 1600 lebih hanya tiga orang yang kembali melakukan tindak pidana,”jelas Hilal.

Hilai mengimbau agar wbp yang mendapatkan program asimilasi dan integrasi gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya jangan sampai anda melakukan tindak pidana kembali lebih baik diam dirumah.

kalau melakukan kembali akan mendapatkan ancaman yang lebih tinggi lagi ditambah lagi menjalankan hukuman yang sisa kemaren dan hukuman yang baru lagi dan akan disambung tanpa mendapatkan hak dan kewajiban sebagai wbp,”tutpnya Maulidi Hilal.***

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : SAT
Redaktur : EMI

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com