Kam. Jan 21st, 2021

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Sekitar 40.000 warga Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau, akan mendapatkan bantuan selama penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Menyikapi kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang akan memberi bantuan sebesar Rp300 perbulan kepada Kepala Keluarga (KK) di masyarakat terdampak virus Corona atau Covid-19 ditentang Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet.

Menurut Eet, keputusan Pemprov untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sebesar Rp300 ribu itu, tidak bisa menutupi kebutuhan ekonomi dalam satu bulan. Katanya, karena ini menyangkut masalah nyawa, harusnya daerah ikut aturan pusat. Selama PSBB warga akan butuh lebih dari nilai itu untuk untuk menyambung hidup sehari-hari.

Artinya, jumlah yang bakal dibantu jadi relatif kecil sehingga nilai bantuan bisa ditingkatkan. Bantuan Rp300 ribu per bulan per kepala keluarga itu kurang layak karena hanya Rp10 ribu per hari. Walaupun sifatnya menambah tetapi sepertinya kurang koordinasi dan terkesan seperti pencitraan belaka.

“Saya rasa anggaran segitu (Rp300ribu,red) per KK bagi masyarakat tidak cukup. Bagus ikuti aturan pemerintah pusat saja. Presiden Joko Widodo saja untuk mengucurkan dana kepada masyarakat per KK nya di sana Rp600 ribu selama 3 bulan,” usul Eet saat ditemui dikonfirmasi detikindonesian.com, Rabu (15/4/2020) pagi.

Bantuan kepada masyarakat terdampak Covid 19, sebutnya, harus tepat sasaran yang benar-benar membutuhkan. Maka, menyarankan pada Pemprov Riau harus benar-benar mendata, menentukan kriteria agar bantuan tepat sasaran untuk golongan tidak mampu. Data harus ada di setiap RT.

“Cuma masyarakat yang pantas menerima dana bantuan tersebut, karena menyangkut nyawa orang yang membutuhkan di saat bencana Covid-19 ini,” kata Eet lagi.

Lebih lanjut, Eet juga mewanti-wanti agar tidak ada oknum-oknum yang ambil kesempatan saat pembagian bantuan.

“Jangan dengan adanya moment ini, oknum-oknum yang tak bertanggung jawab dapat menggunakan kesempatan ini untuk melakukan tindakan kejahatan. Jika ada, tentu kepala daerah dapat segera usut adanya tindakan nakal ini yang tidak tepat sasaran menyalurkan dana itu,” pungkas Eet.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah siapkan bantuan uang tunai sebesar Rp 100 juta, untuk masing-masing kelurahan dan kecamatan guna penanganan Covid-19 (virus corona).

“Kami menyampaikan bahwa kami telah siapkan bantuan sembako untuk membantu masyarakat miskin dan terdampak wabah corona. Selain itu, kami juga telah siapkan bantuan uang tunai sebesar Rp 300 ribu per KK, dan ini untuk seluruh kabupaten/kota se-Riau,” ungkap Gubri Syamsuar saat prescon, Senin (13/4/2020) kemarin di gedung daerah.

Untuk Lurah, sambung Gubri, karena lurah belum ada dukungan dana untuk penanganan covid-19, maka juga telah disiapkan bantuan uang tunai sebesar Rp 100 juta per kelurahan.

“Dan begitu juga untuk kecamatan, kami juga telah siapkan bantuan sebesar Rp 100 juta, per kecamatan,” jelas Gubri.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : HERY

Redaktur : SAT

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com