Sen. Jan 18th, 2021

 

DETIKINDONESIAN.COM|PEKANBARU – Polda Riau kembali menggagalkan penyelundupan belasan TKI dan TKA ilegal saat akan berlayar dengan menggunakan kapal speed boat yang bersandar dari Desa Sungai Cingam, Rupat, Kabupaten Bengkalis, kemaren. Mereka dibujuk oleh pelaku dengan iming gaji besar dan masuk secara legal.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengimformasikan di Pekanbaru, bahwa pelaku ini merupakan jaringan internasional melibatkan tiga negara, India, Malaysia dan Indonesia.

“Jaringan ini menjadikan Pulau Rupat, Bengkalis, sebagai tempat penyeberangan manusia ke Malaysia dengan jarak tempuh 30 menit saja menggunakan speed boat bermesin tenaga 160 PK,” kata Sunarto, Selasa (7/4/2020) malam.

Modus pelaku ini, kata Sunarto membujuk calon korbannya dengan meyakinkan bisa berangkatkan ke Malaysia secara resmi (legal) dengan gaji besar. Sebaliknya, mereka berangkat lewat jalur ilegal melalui perairan Selat Morong, Pulau Rupat, Bengkalis.

“Perairan ini sangat membahayakan bagi jiwa calon tenaga kerja. Ditengah kondisi sekarang ini, ancaman penyebaran Covid-19, komplotan jaringan internasional masih mengirimkan orang secara ilegal dari Indonesia menuju Malaysia, dan sebaliknya,” tutur Sunarto.

Pelaku yang ditangkap ada 3 pelaku, yakni Abdul, Irul dan Ahmad yang bertugas sebagai tekong dan awak kapal. Saat akan berangkatkan 15 TKI dan 2 TKA asal India, aparat lebih dulu mengetahui dan langsung mengangkapnya.

“Selang waktu, aparat kembali menangkap 2 pelaku lainnya yang juga sebagai agen perekrut TKI, yakni Lina dan Pian sebagai otak utama (kordinator) perdagangan orang via Pulau Rupat,” sambung Sunarto.

Menurut Sunarto, pelaku menyeberangkan tenaga kerja ilegal tersebut diduga penduduk asli Pulau Rupat tingal di Pangkalan Buah, Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat. Pelaku menyelundupkan korban gunakan speedboat kecepatan tinggi melalui Selat Morong menuju Malaysia.

“Dalam melakukan aksinya, jaringan ini mematok dua orang TKA asal India sebesar Rp8-10 juta per orang dan TKI Rp 2,5 hingga Rp 3 juta per orang,” sambung Sunarto.

Saat ini, Polda Riau tengah mengejar 21 pelaku lainnya sebagian di antaranya WNA. Meski demikian, Sunarto mengatakan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pelaku menargetkan sekali berangkat 15 orang TKI secara ilegal. Jika belum cukup, korban akan ditempatkan dipenampungan sementara.

“TKI yang akan diberangkatkan ke Malaysia, pelaku menargetkan harus ada minimal 15 orang. Jika belum sampai target tersebut, para calon korban ditaruh di penampungan,” pungkas Sunarto.

Pelaku akan di ancam hukuman penjara minimal 3 tahun, maksimal 15 tahun. Mereka melanggar Pasal 2 atau Pasal 4 Jo Pasal 10 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pasal 5 Jo pasal 68 Jo pasal 83 UU RO Nomor 18 tahun 2017 tentang Tindak Pidana Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

 

Penulis : Hery
Redaktur : Emy

 

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com