Kam. Jan 21st, 2021

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – Anak Perusahaan Pertamina ,PT. Elnusa Petrofin dan PT.Alam insan fortuna yang bergerak di bidang Migas terkemuka di Pekanbaru, dituntut bebrapa mantan karyawannya Tarmizi(48) dan Toni(45), mereka korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelah pihak tanpa sebab yang jelas.

Dalam memperjuangkan hak nya Tarmizi dan Toni mengambil langkah tegas dengan jalur hukum sampai Pengadilan Negeri, mereka menuntut keadilan dan hak-hak sebagai pekerja di perusahaan tersebut selama masa bakti kerja.

Menurut Tarmizi dan Toni, dirinya mendapatkan surat PHK oleh PT. Elnusa Petrofin di karnakan melanggar peraturan yang berat, merusak segel Pertamina dan mencuri BBM Pertamina.

Tarmizi menjelaskan kepada detikindonesian.com, kalau memang benar hal itu saya lakukan seharus nya PT.Elnusa atau Pertamina dan pihak SPBU melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib “polisi” bukan dengan Surat PHK yang tidak jelas apa kesalahan saya.

Selama saya berkerja, tidak pernah mendapatkan teguran atau surat peringatan dari pimpinan. Tiba-tiba kok dipecat langsung tanpa sebab akibat yang jelas dasarnya,” kata Tarmizi yang didampingi Kuasa Hukum, kepada detikindonesian.com ketika ditemui, Rabu pagi (7/4/2020).

Hasil yang didapat Tarmizi saat di PHK dibayar oleh PT. Elnusa Petrofin melalui PT.alam insan fortuna sebesar setengah bulan gaji tidak sampai. Nilai ini jauh dari harapan sebagai seorang yang pernah bekerja selama 8 tahun di perusahaan itu.

Tarmizi menjelaskan, Awal saya di PHK oleh perusahaan, masalah ini langsung saya laporkan ke Disnaker kota Pekanbaru sebelumnya.
“awal nya saya hanya meminta sisa kontrak dalam laporan saya ke pihak disnaker kota Pekanbaru”.
Dan pihak Disnaker kota Pekanbaru sudah melakukan upaya mediasi terhadap saya kepada PT.ELNUSA PETROFIN dan PT.alam insan fortuna.

Dan dari hasil mediasi yang telah dilakukan beberapakali di disnaker kota pekanbaru, kami tidak mendapatkan kesepakatan. Karena PT.Elnusa Petrofin tidak mau membayarkan sisa kontrak dan perusahaan tidak mengakui saya sebagai pekerja di perusahaan tersebut.dan PT.alam insan fortuna juga tidak mau membayar sisa kontrak saya.

Akhirnya Disnaker mengeluarkan surat anjuran kepada saya dan pihak PT.alam insan fortuna salah satu vendor dari PT.ELNUSA PETROFIN, yang mana hasil surat itu di luar dugaan saya.

Dalam surat anjuran tersebut saya diakui disnaker adalah pegawai dari perusahaan PT.ALIF dan pihak perusahaan dianjurkan Menyelesaikan pembayaran hak yang telah di rincikan oleh pihak Disnaker.

Tapi tetap saja perusahaan tidak mau melaksanakan anjuran dari Disnaker tersebut,ucap Tarmizi.

Selain itu, korban PHK tanpa di bayar hak nya ini juga dialami oleh karyawan kontrak lainnya di PT. Elnusa Petrofin, sudah banyak yang mengalami hal serupa.

Di tempat yang sama Hal senada juga disampaikan Kuasa Hukumnya, Syahidila Yuri, SH.MH. bahwa kliennya selama bekerja 8 tahun, hanya mendapatkan SETENGAH bulan gaji itu pun tidak sampai, setelah dikeluarkannya surat PHK oleh perusahaan. Namun nyatanya jika dihitung nilai selama bekerja bisa melebihi yang diberikan perusahaan kepadanya.

“Kalau diukur dari UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan jelas telah melanggar. Terbukti, upah yang diterima klien saya tidak sebanding dengan masa kerjanya selama 8 tahun,” ucap Idil.

Idil sangat menyayangkan terhadap kinerja PT. Elnusa Petrofin anak dari perusahaan Pertamina yang terkesan mempermainkan hak karyawan dengan modus kontrak yang tidak masuk diakal. Dan ini terjadi tiap tahunya kepada pekerjanya, bahkan dengarnya ada beberapa orang yang mengalami nasib serupa.

“Keputusan perusaahan PHK tanpa uang pesangon, uang penghargaan kerja dan hak lainnya, dinilai tidak wajar,” tegas idil.

Ditambahkan idil, sistem perjanjian kerja yang dilakukan perusahaan memakai sistem kontrak setiap tahunnya. Namun setelah lebih dari 3 tahun, perusahaan justru masih memakai sistem karyawan kontrak.

Selama beberapa tahun bekerja di perusahaan PT.Elnusa Petrofin mereka hanya berstatus karyawan buruh harian lepas”ini jelas pembodohan”tegas Idil.

“Kita minta PT. Elnusa Petrofin lebih bertanggung jawab terhadap karyawan kontraknya dan bertindak sportif. Kedepannya kami akan menambah bukti dan mencari fakta dan melayangkan surat pemeriksaan disnaker ” tegas Idil.

Saat ini, Tarmizi dan kuasa hukumnya telah melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Siang ini jadwal sidang pertama akan digelar.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : HERY

Redaktur : SAT

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com