Rab. Jan 20th, 2021

DETIKINDONESIAN.COM|PEKANBARU – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, bekuk 5 orang pelaku pencurian ilegal taping (minyak mentah) milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Lintas Riau-Sumatera Utara KM 12, Dusun Karya Kelurahan Banjar XII, Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, kemaren.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Selasa (7/4/2020) sore kepada detikindonesian.com, di Pekanbaru mengatakan bahwa modus pelaku ini hampir sama yang diungkap di pihaknya di Kampar medio November 2019.

“Pelaku ini komplotan pencurian minyak mentah (ilegal taping,red). Modusnya berpura membuka sebuah warung makanan untuk mengelabui aparat dan perusahaan PT. CP,” kata Sunarto.

Menurut Sunarto, pelaku ini melancarkan aksinya dengan cara menggali dan mengebor pipa jaringan milik PT. CPI dan memasang kran maupun selang. Tujuannya untuk memudahkan penyulingan minyak ketempat lainnya.

“Akibatnya, negara telah rugi yang ditafsir Rp2,4 miliar. Pelaku menjual minyak itu ke perusahaan penampung di kawasan industri Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara,” sebut Sunarto.

Kelima pelaku ini, diantaranya Irfan (27) sebagai pemilik warung serta mengebor dan memasang selang ke pipa jaringan minyak PT. CPI dan memantau Satpam perusahaan. Lalu Ridwan (45) sebagai sopir tanki pengangkut minyak curian.

 

“Dari kedua tersangka, petugas menyita selang, satu unit truk tanki, dan beberapa jenis barang bukti lainnya,” sambung Sunarto.

Tidak sampai disana, kata Sunarto aparat kembali berhasil mengakap rekan pelaku lainnya, yakni Alan (42) sebagai menggali tanah dan memasang selang minyak disalurkan ke truk tangki.

“Selain itu, pelaku lainnya Zulfa yang pecatan Security mitra CPI yang ditangkap didaerah Deli Serdang (Sumut,red). Dia juga sebagai koordinator lapangan, serta bertugas mengebor pipa dan membayar uang setiap bongkar ke pelaku lainnya,” terang Sunarto.

Sementara itu, lanjut Sunarto pelaku lainnya Junjungan sebagai penanggung jawab lapangan PT FTA, ditangkap saat pengrebekan digudangnya di Desa Manunggal, Labuhan Deli, Deli Serdang. Dimana minyak yang tadi dicuri dijual kembali ke PT. FTA lalu digunakan sebagai bahan bakar industri aspal atau semen cor.

“Perusahaan itu, tak hanya menampung dari komplotan ini, diduga juga dari kelompok lainnya. Pelaku ini beraksi sudah 3 kali di lokasi yang sama lalu dikirim dan dijual ke kawasan industri Tanjung Morawa, Deli Serdang,” kata Sunarto.

Dari pelaku Junjungan, terungkap ia berperan menyiapkan kendaraan truk tangki tronton untuk membawa minyak mentah curian. Tak hanya itu, dia juga memberikan uang operasional kepada sopir truk Ridwan.

“Digudang itu, berhasil disita 20 tangki duduk dengan kapasitas masing-masing 27 ton minyak mentah serta drum-drum digunakan sebagai tempat nampung hasil kejahatan dan sekaligus sebagai lokasi pengendalian operasional PT FTA. Sementara dua pelaku masih diburu (DPO),” pungkas Sunarto.

 

 

Redakur : Emy

 

 

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com