Jum. Jan 22nd, 2021

 

DETIKINDONESIAN.COM|PEKANBARU – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Jumat (03/04/2020), sore telah membebaskan 64 tahanan narapidana melalui proses program Asimilasi. Langkah itu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Maizar, mengatakan pembebasan itu didasarkan pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Hari ini, Jumat (3/04/2020) sore, Lapas kelas IIA Pekanbaru kembali berikan asimilasi atau mengeluarkan 64 narapidana untuk dipulangkan sesuai dengan Permenkumham No. 10 Tahun 2020. Artinya kami sudah tuntas melaksanakan program asimilasi ada 115 orang. Kemarin sudah mengeluarkan 51 orang,” ujarnya.

Dia menjelaskan narapidana yang mendapatkan program asimilasi dan integrasi harus memenuhi syarat, seperti telah menjalani dua per tiga masa pidana pada 31 Desember 2020 dan tidak terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012.

“Perlu diketahui syarat untuk dipulangkan melalui mekanisme asimilasi ini adalah narapidana yang memang sudah menjalani lebih dari setengah masa pidana dan akan bebas tahun 2020 ini,” tuturnya.

Dia menambahkan pembimbingan dan pengawasan asimilasi serta integrasi dilaksanakan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan juga kejaksaan untuk memastikan narapidana berada di rumah masing-masing.

“Kami juga bekerja sama dengan Bapas dan Kejaksaan untuk membantu mengawasi yang bersangkutan ini ketika berada di luar. Itu artinya narapidana yang kami asimilasikan bukan berarti boleh ke mana-mana, dia akan tetap di rumah. Suatu saat Bapas datang mengkontrol, mereka tidak di tempat berarti yang bersangkutan dianggap melanggar dan akan tarik kembali ke lapas,” terangnya.

Dia berharap program ini dapat memecahkan permasalahan ovecrowding atau kepadatan penghuni di Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

“Itulah salah satu upaya dari Lapas pekanbaru dalam rangka untuk mengurangi kepadatan jumlah hunian di dalam kamar sehingga ada jarak yang lebih jauh antara narapidana di dalam lapas ini,” pungkasnya.***

 

 

 

 

 

 

Penulis : Hery
Redaktur : Emy

 

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com