Sen. Jan 25th, 2021

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – 1.924 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah menjalani 2/3 pembinaan di seluruh lapas dan rutan di Provinsi Riau mendapatkan remisi bebas bersyarat. Hal ini sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly, sebagai upaya menekan penyebaran virus corona atau covid-19.

“Tanggal 30 Maret kemarin, Pak Menteri Hukum dan HAM sudah mengeluarkan asimilasi dan hak integrasi. Di Riau ini kita berikan kepada 1.924 WBP, atau sekitarnya 2.000 orang yang dilakukan asimilasi dan hak integritas anak,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Lucky Agung Binarto saat melakukan penyemprotan disinfektan di Lapas Kelas II A Pekanbaru, Kamis (2/4).

Lucky menjelaskan, seluruh warga binaan yang mendapatkan pembebasan bersyarat ini, sudah menjalani minimal 66 persen massa hukumannya. Dia juga menegaskan, warga binaan yang bebas juga tidak diizinkan keluar rumah.

“Asimilasi ini bukan pembebasan begitu saja. Ini adalah hak mereka. Jadi, yang tadinya (pembebasan bersyarat dilakukan jika sudah menjalani hukuman) 3 per 4, sekarang diberikan pada 2 per 3 masa hukumannya. Asimilasi ini dilakukan di rumah masing-masing. Artinya mereka harus di rumah, tidak boleh kemana-mana,” terangnya.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Redaktur : SAT

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com