Kam. Jan 21st, 2021

DETIKINDONESIAN.COM | PEKANBARU – DPRD Provinsi Riau, akan melakukan audit terhadap dana untuk proyek pengerjaan pembangunan Mesjid Raya Provinsi di Jalan Siak II Kelurahan Sri Palas, Rumbai, Kota Pekanbaru. Pasalnya bangunan yang menjadi ikon masyarakat Riau ini tak kunjung siap yang menelan anggaran Rp104 miliar.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Asri Auzar, Rabu (11/3/2020) siang, menilai proyek pembangunan Mesjid Raya yang menjadi salah satu aikonnya masyarakat Riau ini, seharusnya rampung tahun 2020 ini.

“Sebenarnya harus sudah siap tahun ini. Harus siap dengan anggaran dana sebesar itu (Rp104) miliar,” ungkap Asri .

Dengan dana yang cukup besar tersebut diperuntuhkan untuk pembangunan Mesjid Raya Provinsi Riau ini, kata Asri pihak Dinas PUPR Riau dapat menuntaskan proyek pembangunan mesjid dengan baik.

Baca juga : Asri Auzar Tegaskan fasilitas mobil dinas pimpinan DPRD Riau sesuai dengan anggaran

“Dan dana yang cukup banyak ini akan diaudit kembali. Tentunya tetap mengawasi sesuai tupoksi DPRD Riau dan juga berikan masukan,” tegas Asri.

Menurut Asri, pembangunan proyek ini diperkirakan belum selesai, bahkan dalam sidaknya beberapa lalu. Kata Asri pihaknya bersama komisi DPRD Riau menemukan adanya kejanggalan dalam pembuatan bangunan turap.

“Pas kami sidak, pembangunan turapnya tidak beres berbentuk cacing asal jadi. Tapi kami minta pertanggung jawabannya. Mungkin sudah diperbaiki saat ini,” sebut Asri.

Untuk melihat kondisi terbarunya, Asri mengakui akan kembali kelokasi dan meninjau seberapa besar kesiapan pembangunan mesjid raya. Selain itu, terkait aset-aset yang telah dipakai pihak kontraktor selama ini, Asri menegaskan dapat dilaporkan kembali.

Baca juga ; Wujudkan Pilkada Damai, Ditsamapta Polda Banten Laksanakan Patroli Dialogis

“Kami akan kembali melihat sejauh mana kesiapan bangunan Mesjid Raya itu. Tolong dilaporkan dan kalau ada aset yang terpakai juga laporkan. Apakah sudah dibayar atau ganti rugi. Kalau belum dibayar ini pasti ada temuan,” kata Asri.

Letaknya yang sangat startegis, bersebelahan dengan tepi Sungai Siak, membuat bangunan mesjid raya ini menjadi mesjid religi yang bernuasan pariwisata kota Pekanbaru. Sehingga membuatnya menjadi salah satu aikon masyarakat Riau.

“Kita juga belum dapat laporan barapa persen siapnya. Nantik kita akan panggil Kepala PUPR. Dan apa kendalanya dilapangan,” pungkas Asri.

Untuk diketahui pembangunan mesjid raya riau ini adalah proyek singel year yang dimulai pengerjaan pondasi pada tahun 2017 lalu. Total anggaran fisik yang digunakan sekitar Rp104 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. TJP.

Baca juga : Tingkatkan SDM Unggul, Ditsamapta Polda Banten, Latih Peningkatan Kemampuan Personel

Perencanaan awal pagunya Rp104 miliar tahun 2017 dianggarkan Rp7 miliar tapi hanya terealisasi sekitar Rp2 miliar. Lalu tahun 2018 dialokasikan Rp50 miliar yang terealisasi hanya Rp40 miliar lebih atau sisanya hanya lebih kurang Rp10 miliar.***(DTK/HERY/SAT).

By DETIKINDONESIAN.COM

Portal Berita Detikindonesian.com hadir sebagai media alternatif bagi pembaca, sebagai media pemberitaan penyeimbang dengan gaya penulisan dan peliputan lebih kritis, berani dan mencerdaskan serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian, dan tulus mengabdi kepada kepentingan publik. Detikindonesian.com merupakan media siber di bawah naungan PT Media Detik Indonesian.Yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Bekasi. Detikindonesian.com saat ini dalam proses verifikasi administrasi Dewan Pers dan sedang dalam tahap akhir proses verifikasi.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com